RadarBangkalan.id - Anggapan bahwa makan keju sebelum tidur dapat menyebabkan mimpi buruk sudah lama beredar di masyarakat. Selama bertahun-tahun, kepercayaan ini sering dianggap hanya sebagai mitos tanpa dasar ilmiah.
Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara produk susu dan mimpi yang mengganggu mungkin memang ada, meskipun penyebabnya kemungkinan bukan berasal langsung dari keju.
Baca Juga: Makan Keju Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh? Ini 6 Dampaknya
Para ahli menduga faktor utama yang berperan adalah gangguan pencernaan, terutama pada orang yang mengalami intoleransi laktosa setelah mengonsumsi produk berbahan susu.
Penelitian Ungkap Hubungan Keju dan Mimpi Buruk
Hubungan antara konsumsi keju dan mimpi buruk pernah diteliti oleh Tore Nielsen bersama timnya dari Université de Montréal.
Baca Juga: Serangan Jantung Saat Tidur Bisa Terjadi, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan
Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Frontiers in Psychology pada 2015, peneliti mengamati hubungan antara pola makan, kualitas tidur, dan pengalaman bermimpi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk susu, termasuk keju, menjadi salah satu jenis makanan yang paling sering dikaitkan responden dengan mimpi yang tidak menyenangkan.
Selain produk susu, beberapa jenis makanan lain seperti makanan pedas dan makanan manis juga dilaporkan dapat memengaruhi pengalaman bermimpi.
Baca Juga: BGN Evaluasi Insentif Dapur MBG Rp6 Juta per Hari, Berpotensi Diubah atau Dihentikan
Meski demikian, penelitian tersebut belum membuktikan bahwa keju secara langsung menyebabkan mimpi buruk. Temuan yang diperoleh lebih menunjukkan hubungan berdasarkan pengalaman responden, bukan hubungan sebab-akibat.
Bukan Keju, Gangguan Pencernaan Diduga Jadi Penyebab Utama
Penelitian lanjutan yang dilakukan sekitar satu dekade kemudian mencoba mencari tahu mekanisme di balik anggapan tersebut.
Studi tahun 2025 yang melibatkan 1.082 mahasiswa menemukan bahwa mimpi buruk lebih sering dialami oleh peserta yang mengalami intoleransi laktosa serta gejala pencernaan seperti:
Baca Juga: Serangan Jantung Saat Tidur Bisa Terjadi, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan
- Perut kembung.
- Produksi gas berlebih.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut.
Menurut peneliti, gangguan pencernaan yang muncul saat seseorang tidur dapat mengganggu kualitas istirahat. Kondisi tidur yang terganggu inilah yang kemungkinan memengaruhi pengalaman mimpi seseorang.
Dengan kata lain, bukan keju atau produk susu secara langsung yang memicu mimpi buruk, melainkan reaksi tubuh terhadap makanan tersebut pada orang tertentu.
Baca Juga: Kanker Payudara Ternyata Bisa Menyerang Pria, Kisah Tyler Mane Buka Kesadaran Baru
Intoleransi Laktosa Bisa Berpengaruh pada Kualitas Tidur
Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh kesulitan mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu dan produk olahannya.
Baca Juga: Tak Cuma Rugikan Ekonomi, Korupsi Ternyata Berdampak pada Kesehatan Mental
Ketika laktosa tidak tercerna dengan baik, bakteri di usus dapat memfermentasinya dan menghasilkan gas. Akibatnya, seseorang dapat mengalami kembung, sakit perut, atau rasa tidak nyaman.
Jika kondisi tersebut terjadi menjelang tidur, kualitas tidur bisa menurun. Gangguan tidur inilah yang kemudian dapat meningkatkan kemungkinan mengalami mimpi buruk atau mimpi yang terasa lebih intens.
Masih Dibutuhkan Penelitian Lebih Lanjut
Meski memberikan gambaran baru mengenai hubungan makanan dan mimpi, para ahli menegaskan bahwa penelitian tersebut masih bersifat observasional.
Baca Juga: Klaim Membengkak, BPJS Kesehatan Butuh Suntikan Dana Rp 20 Triliun
Artinya, penelitian belum dapat memastikan bahwa intoleransi laktosa atau konsumsi produk susu secara langsung menyebabkan mimpi buruk.
Diperlukan penelitian lanjutan untuk mengetahui apakah mengurangi konsumsi produk susu pada orang dengan intoleransi laktosa benar-benar dapat memperbaiki kualitas tidur dan mengurangi mimpi buruk.
Namun, temuan ini memberikan penjelasan baru bahwa bagi sebagian orang, keju mungkin bukan penyebab utama mimpi buruk. Gangguan pencernaan setelah mengonsumsi produk susu bisa jadi merupakan faktor yang selama ini tidak disadari.
Baca Juga: Rahasia Kopi Lebih Sehat, Tambahkan Bumbu Dapur Ini untuk Bantu Turunkan Risiko Diabetes
Editor : Ubaidillah