News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Susu UHT, Susu Bubuk, dan Susu Kental Manis

Ubaidillah • Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:14 WIB
Aneka jenis susu. Foto: Getty Images/pocketlight
Aneka jenis susu. Foto: Getty Images/pocketlight

 

RadarBangkalan.id - Produk olahan susu kini hadir dalam berbagai bentuk di pasaran, mulai dari susu pasteurisasi, susu UHT, susu bubuk, hingga susu kental manis. Meski sama-sama berbahan dasar susu, setiap produk memiliki proses pengolahan, kandungan, serta fungsi penggunaan yang berbeda.

Perbedaan tersebut membuat setiap jenis susu memiliki karakteristik tersendiri. Ada produk yang cocok dikonsumsi langsung, ada pula yang lebih sering digunakan sebagai bahan tambahan makanan dan minuman.

Baca Juga: Pola Makan Ketat Cristiano Ronaldo Tanpa Cheat Day, Ini Dampak Positif dan Risikonya

1. Susu Pasteurisasi

Susu pasteurisasi merupakan susu yang melalui proses pemanasan pada suhu tertentu untuk mengurangi jumlah mikroorganisme berbahaya tanpa mengubah karakter dasar susu secara signifikan.

Karena proses pemanasannya lebih ringan dibanding sterilisasi, susu pasteurisasi umumnya membutuhkan penyimpanan dalam suhu dingin.

Baca Juga: Ciri-Ciri Jamu Asli Vs Oplosan, Kenali Sebelum Dikonsumsi agar Tidak Tertipu

Beberapa karakteristik susu pasteurisasi:

• Harus disimpan di lemari pendingin.

• Memiliki masa simpan lebih pendek dibanding susu UHT.

• Memiliki rasa yang cenderung mendekati susu segar.

• Umumnya dikonsumsi langsung sebagai minuman.

Baca Juga: Dapur MBG Bakal Dibagi Kelas A, B, C, Insentif SPPG Tidak Lagi Sama

2. Susu UHT

Susu UHT (Ultra High Temperature) merupakan susu yang diproses menggunakan suhu sangat tinggi dalam waktu singkat.

Proses tersebut bertujuan membunuh mikroorganisme sehingga susu dapat bertahan lebih lama dalam kemasan tertutup.

Karakteristik susu UHT:

• Dapat disimpan pada suhu ruang sebelum kemasan dibuka.

• Memiliki masa simpan lebih panjang.

• Praktis dibawa dan dikonsumsi.

Baca Juga: Aneh tapi Nyata, Pria Ini Punya Otak Sangat Kecil Akibat Hidrosefalus namun Tetap Bisa Bekerja

• Tetap mengandung komponen utama susu setelah proses pengolahan.

Setelah kemasan dibuka, susu UHT tetap perlu disimpan dalam kondisi dingin agar kualitasnya tetap terjaga.

Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Ternyata Bisa Beri 5 Manfaat Besar untuk Tubuh

3. Susu Bubuk

Susu bubuk dibuat melalui proses penghilangan sebagian besar kadar air dari susu hingga berubah menjadi bentuk bubuk.

Kadar air yang rendah membuat susu bubuk lebih mudah disimpan dan memiliki masa simpan lebih panjang dibanding susu cair.

Keunggulan susu bubuk:

• Lebih praktis untuk penyimpanan.

• Tidak membutuhkan ruang pendingin sebelum dibuat menjadi minuman.

• Mudah digunakan sesuai kebutuhan.

Baca Juga: Jalan Kaki 30 Menit Setiap Hari Ternyata Bisa Beri 5 Manfaat Besar untuk Tubuh

Namun, cara penyajian tetap harus mengikuti petunjuk pada kemasan agar komposisi nutrisi sesuai.

4. Susu Kental Manis

Susu kental manis (SKM) merupakan produk susu berbentuk cairan kental yang dibuat dengan mengurangi sebagian kandungan air dari susu dan menambahkan gula.

Berbeda dengan susu cair biasa, susu kental manis lebih sering digunakan sebagai pelengkap makanan dan minuman.

Baca Juga: Kenali Tahapan Kanker Usus Besar dari Stadium 0 hingga 4, Ini Perubahan Feses yang Perlu Diwaspadai

Contoh penggunaannya:

• Campuran kopi.

• Topping roti.

• Bahan tambahan dessert.

• Campuran minuman tertentu.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Gagal Cetak Gol, Portugal Hanya Raih Satu Poin Lawan RD Kongo

Kandungan gula yang lebih tinggi membuat susu kental manis perlu dikonsumsi secara bijak dan tidak dianggap sama dengan susu cair sebagai sumber utama nutrisi harian.

Baca Juga: Serangan Jantung Saat Tidur Bisa Terjadi, Kenali Gejala yang Sering Diabaikan

Apakah Semua Produk Olahan Susu Termasuk Ultra-Processed Food?

Istilah ultra-processed food (UPF) atau pangan ultra-proses semakin sering dibahas dalam dunia kesehatan. Namun, tidak semua produk olahan susu otomatis masuk kategori yang sama.

Dalam klasifikasi NOVA, tingkat pengolahan pangan dibedakan berdasarkan proses, komposisi, dan bahan tambahan yang digunakan.

Susu pasteurisasi dan susu UHT tanpa tambahan bahan tertentu umumnya tidak dikategorikan sama dengan produk ultra-proses karena masih mempertahankan komponen utama susu.

Sementara produk dengan formulasi lebih kompleks, seperti tambahan gula, perisa, atau bahan tambahan lainnya, dapat masuk kategori ultra-processed food.

Susu kental manis sering dikategorikan sebagai UPF karena mengalami proses formulasi lebih lanjut serta mengandung tambahan gula.

Baca Juga: Makan Keju Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh? Ini 6 Dampaknya

Pengolahan Tidak Selalu Berarti Buruk

Guru Besar Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University, Purwiyatno Hariyadi, menjelaskan bahwa kualitas pangan tidak bisa hanya dinilai berdasarkan tingkat pengolahannya.

Menurutnya, suatu produk perlu dilihat berdasarkan keseluruhan pola konsumsi, termasuk jumlah, frekuensi, serta keseimbangan dengan makanan lain.

Proses pengolahan pangan sendiri memiliki tujuan penting, seperti menjaga keamanan produk, memperpanjang masa simpan, dan mempermudah penggunaan.

Baca Juga: Tanda Awal Kanker Pankreas Bisa Terlihat dari Feses? Ini Temuan Penelitian Terbaru

Karena itu, memahami jenis produk susu dan cara konsumsinya menjadi hal penting agar masyarakat dapat memilih sesuai kebutuhan.

Editor : Ubaidillah
#kolom gizi #susu kental manis #perbedaan susu UHT dan susu kental manis #nutrisi #susu