RadarBangkalan.id - Penyakit jantung tidak hanya mengancam kelompok usia lanjut. Gaya hidup modern yang dipenuhi stres, kurang tidur, pola makan tidak sehat, serta minim aktivitas fisik membuat risiko gangguan jantung semakin meningkat pada usia produktif.
Salah satu gejala yang sering diabaikan adalah nyeri dada. Banyak orang menganggap keluhan tersebut hanya disebabkan oleh kelelahan, asam lambung, atau nyeri otot. Padahal, dalam kondisi tertentu, nyeri dada bisa menjadi tanda awal gangguan jantung yang membutuhkan penanganan medis segera.
Baca Juga: 7 Makanan Orang Jepang yang Diyakini Bantu Panjang Umur, Ada Matcha hingga Ubi Ungu
Dokter Spesialis Jantung dari Mayapada Hospital Surabaya, dr. Jeffrey D. Adipranoto, Sp.JP(K), FIHA, FESC, FSCAI, mengatakan bahwa nyeri dada pada usia muda tetap harus dievaluasi karena penyebabnya sangat beragam.
Menurutnya, nyeri dada yang muncul saat beraktivitas, terjadi berulang, atau disertai sesak napas dan keringat dingin sebaiknya tidak diabaikan.
"Nyeri dada yang muncul saat aktivitas, terjadi berulang, atau disertai gejala seperti sesak dan keringat dingin perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya secara tepat dan menentukan langkah penanganan yang sesuai," ujar dr. Jeffrey.
Baca Juga: Studi Ungkap 5 Profesi yang Dikaitkan dengan Risiko Kanker Ovarium Lebih Tinggi
Gejala Penyakit Jantung yang Perlu Diwaspadai
Nyeri dada akibat gangguan jantung umumnya memiliki karakteristik berbeda dibandingkan keluhan akibat gangguan lambung atau otot.
Baca Juga: Tak Perlu Menahan Lapar, Ini 5 Makanan Diet yang Membantu Menurunkan Berat Badan
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai meliputi:
- Dada terasa ditekan atau tertindih benda berat.
- Nyeri muncul di bagian tengah dada.
- Rasa sakit menjalar ke bahu, lengan, leher, rahang, punggung, atau ulu hati.
- Sesak napas.
- Keringat dingin.
- Mual.
- Pusing.
- Pingsan.
- Jantung berdebar hebat.
Perbedaan Nyeri Jantung, Lambung, dan Nyeri Otot
Meski sama-sama menimbulkan rasa tidak nyaman di dada, penyebabnya bisa berbeda.
Nyeri akibat gangguan otot biasanya berubah saat tubuh bergerak atau ketika area dada ditekan.
Baca Juga: Dokter Gizi Ungkap Cara Diet Sehat di Warteg, Tak Perlu Salad atau Quinoa Mahal
Sementara itu, nyeri akibat gangguan lambung umumnya dipicu oleh makanan tertentu dan sering disertai sensasi panas atau terbakar di dada (heartburn).
Karena gejalanya dapat saling menyerupai, pemeriksaan oleh tenaga medis menjadi langkah penting untuk memastikan diagnosis.
Faktor Risiko Penyakit Jantung di Usia Muda
Menurut dr. Jeffrey, risiko penyakit jantung tidak hanya dipengaruhi usia, tetapi juga berbagai faktor yang berkembang tanpa disadari, antara lain:
Baca Juga: Sakit Ginjal atau Nyeri Punggung? Kenali 3 Perbedaan Utamanya agar Tak Salah Diagnosis
- Merokok.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi).
- Kolesterol tinggi.
- Diabetes.
- Kurang aktivitas fisik.
- Riwayat keluarga dengan penyakit jantung pada usia muda.
Mengendalikan faktor-faktor tersebut dapat membantu menurunkan risiko terjadinya penyakit jantung sejak usia produktif.
Baca Juga: Pria Ini Mengira Sakit Bahu karena Cedera Otot, Ternyata Gejala Kanker Darah
Pentingnya Deteksi Dini
Sebagian gangguan jantung dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang khas. Oleh karena itu, deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.
Apabila mengalami nyeri dada yang berat, muncul mendadak, berlangsung lebih dari beberapa menit, atau disertai sesak napas, keringat dingin, pingsan, maupun nyeri yang menjalar ke lengan atau rahang, segera cari pertolongan medis darurat agar mendapatkan penanganan secepat mungkin.
Baca Juga: 7 Gejala Awal Kanker Pankreas yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Gatal Tak Kunjung Hilang
Editor : Ubaidillah