News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Mengapa Manusia Tidak Mengingat Masa Bayi? Penelitian Terbaru Ungkap Cara Otak Membentuk Memori

Ubaidillah • Minggu, 12 Juli 2026 | 08:40 WIB
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)
Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

 

RadarBangkalan.id - Banyak orang tidak dapat mengingat pengalaman yang terjadi saat masih bayi. Kini, sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan cara otak membangun dan menyusun jaringan memori pada awal kehidupan. Temuan ini memberikan penjelasan baru mengenai alasan ingatan masa bayi sulit bertahan hingga dewasa.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications tersebut dilakukan pada otak tikus dengan fokus pada wilayah hipokampus, khususnya bagian cornu ammonis 3 (CA3) yang berperan penting dalam pembentukan dan penyimpanan memori.

Baca Juga: Kasus Kanker di Indonesia Diprediksi Naik 70 Persen, Kenali 7 Gejala Awal yang Tak Boleh Diabaikan

Otak Bayi Ternyata Tidak Berawal dari "Lembaran Kosong"

Selama ini banyak ilmuwan menganggap hipokampus berkembang layaknya tabula rasa atau lembaran kosong yang perlahan diisi pengalaman. Namun, hasil penelitian menunjukkan hal yang berbeda.

Para peneliti menemukan bahwa jaringan hipokampus pada awal kehidupan justru memiliki koneksi antarneuron yang sangat padat dan kompleks. Seiring bertambahnya usia, otak melakukan proses pruning atau pemangkasan koneksi saraf sehingga jaringan menjadi lebih sederhana, tetapi jauh lebih terorganisasi.

Salah satu penulis penelitian, Peter Jonas dari Institute of Science and Technology Austria, menyebut sistem memori pada awal kehidupan lebih tepat digambarkan sebagai tabula plena, yaitu "lembaran yang sudah penuh", bukan lembaran kosong.

Baca Juga: 7 Makanan Orang Jepang yang Diyakini Bantu Panjang Umur, Ada Matcha hingga Ubi Ungu

Mengapa Ingatan Masa Bayi Sulit Diingat?

Penelitian menunjukkan bahwa neuron pada otak bayi memiliki tingkat kepekaan yang sangat tinggi.

Baca Juga: Studi Ungkap 5 Profesi yang Dikaitkan dengan Risiko Kanker Ovarium Lebih Tinggi

Pada masa awal kehidupan, satu sinyal saja sudah cukup untuk mengaktifkan sebuah neuron. Akibatnya, berbagai pengalaman yang berbeda menghasilkan pola aktivitas saraf yang saling tumpang tindih.

Ketika terlalu banyak memori menggunakan jaringan saraf yang sama, otak menjadi kesulitan membedakan setiap pengalaman secara spesifik. Inilah yang diduga menjadi penyebab utama manusia sulit mengingat kejadian saat masih bayi.

Baca Juga: Tak Perlu Menahan Lapar, Ini 5 Makanan Diet yang Membantu Menurunkan Berat Badan

Sebaliknya, pada otak orang dewasa, sebuah neuron membutuhkan beberapa sinyal sekaligus sebelum aktif. Mekanisme tersebut membuat setiap pengalaman tersimpan dalam jaringan yang lebih terpisah sehingga memori menjadi lebih jelas, spesifik, dan bertahan lebih lama.

Proses Pruning Membuat Memori Lebih Stabil

Seiring perkembangan otak, jutaan koneksi saraf yang tidak diperlukan akan dipangkas melalui proses pruning.

Meski jumlah koneksi berkurang, kualitas jaringan memori justru meningkat karena hubungan antarneuron menjadi lebih spesifik.

Baca Juga: 7 Gejala Awal Kanker Pankreas yang Sering Diabaikan, Salah Satunya Gatal Tak Kunjung Hilang

Proses ini membantu otak:

Temuan yang Mengubah Pemahaman tentang Memori

Peter Jonas mengaku hasil penelitian tersebut cukup mengejutkan karena bertentangan dengan teori yang telah lama diyakini.

Baca Juga: Sering Sakit Perut Bagian Atas? Ini Perbedaan Maag, GERD, dan Gastritis yang Perlu Diketahui

Menurutnya, sinaps pada otak bayi ternyata bukan belum berkembang, melainkan justru sangat aktif dan memiliki koneksi yang jauh lebih padat dibandingkan otak yang telah matang.

Temuan ini membuka pemahaman baru mengenai bagaimana memori berkembang sejak awal kehidupan sekaligus menjelaskan fenomena yang dikenal sebagai amnesia infantil, yaitu ketidakmampuan manusia mengingat pengalaman pada masa bayi.

Baca Juga: Pria 44 Tahun di Prancis Hidup Normal Meski Hasil MRI Tunjukkan Otaknya Sangat Kecil

Editor : Ubaidillah
#memori bayi #penelitian otak #hipokampus #plastisitas neuron #perkembangan otak