RadarBangkalan.id - Minum air putih saat terbangun di tengah malam kerap disebut-sebut dapat membuat ginjal bekerja terlalu keras hingga memicu kerusakan organ. Namun, benarkah anggapan tersebut?
Sejumlah dokter spesialis menegaskan bahwa anggapan tersebut hanyalah mitos. Selama fungsi ginjal normal, minum air putih pada malam hari tidak akan merusak ginjal. Yang perlu diperhatikan justru jumlah air yang diminum agar tidak mengganggu kualitas tidur karena terlalu sering buang air kecil.
Baca Juga: Dokter Ungkap Risiko Weightlifting Asal-asalan, Bisa Picu Tulang Geser (Spondylolisthesis)
Benarkah Minum Air Tengah Malam Bisa Merusak Ginjal?
Spesialis urologi Prof. Dr. dr. Nur Rasyid, SpU(K), menegaskan bahwa tidak ada bukti medis yang menunjukkan minum air putih pada malam hari dapat merusak ginjal.
Menurutnya, ginjal bekerja selama 24 jam untuk menyaring darah dan menjaga keseimbangan cairan tubuh, baik saat seseorang beraktivitas maupun ketika sedang tidur.
"Mau minum pagi, siang, atau malam sama saja, yang penting kebutuhan cairan harian terpenuhi," jelas Prof. Nur Rasyid.
Baca Juga: Dokter Anjurkan Orang Tua Ajak Anak Bermain Sepak Bola Usai Nonton Piala Dunia, Ini Manfaatnya
Ia hanya mengingatkan agar tidak mengonsumsi air dalam jumlah berlebihan menjelang tidur karena dapat menyebabkan seseorang lebih sering terbangun untuk buang air kecil.
Baca Juga: Sering Menyundul Bola Saat Bermain Sepak Bola, Apakah Bisa Merusak Otak?
Minum Terlalu Banyak Sebelum Tidur Bisa Ganggu Tidur
Pendapat serupa disampaikan spesialis urologi Prof. dr. Harrina Erlianti Rahardjo, SpU(K), PhD.
Menurutnya, minum air dalam jumlah besar pada malam hari bukan berbahaya bagi ginjal, melainkan dapat memicu nokturia atau sering buang air kecil pada malam hari.
Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kualitas tidur sehingga tubuh tidak mendapatkan waktu istirahat yang optimal.
Karena itu, ia menyarankan sebagian besar kebutuhan cairan dipenuhi sejak pagi hingga sore hari.
Baca Juga: Tanda-Tanda Kematian yang Muncul di Tangan dan Kaki, Ini Penjelasan Ahli
Aturan Minum Air Putih yang Disarankan
Prof. Harrina menyarankan sekitar 80 persen kebutuhan cairan dipenuhi sebelum pukul 18.00, sedangkan sisanya sekitar 20 persen dapat dikonsumsi pada malam hari.
Selain itu, sebaiknya hindari minum air sekitar satu jam sebelum tidur untuk mengurangi risiko terbangun karena ingin buang air kecil.
Berapa Kebutuhan Air Putih agar Ginjal Tetap Sehat?
Spesialis penyakit dalam konsultan ginjal dan hipertensi, dr. Pringgodigdo Nugroho, SpPD-KGH, menyebut kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda, tetapi secara umum:
- Orang dewasa sehat membutuhkan sekitar 2 liter air putih per hari.
- Lansia berusia di atas 60 tahun umumnya membutuhkan sekitar 1,5 liter per hari, kecuali ada kondisi medis tertentu.
Mengonsumsi air secara berlebihan juga tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan tubuh terlalu sering mengeluarkan urine dan mengganggu keseimbangan cairan.
Baca Juga: BPOM Rilis Daftar 14 Kosmetik Berbahaya 2026, Mengandung Merkuri hingga Hidrokuinon
Mengapa Air Penting untuk Kesehatan Ginjal?
Air memiliki peran penting dalam menjaga fungsi ginjal, di antaranya:
1. Membantu Membuang Zat Sisa
Ginjal menyaring darah dan membuang zat sisa metabolisme seperti urea dan kreatinin melalui urine.
Baca Juga: Kasus Kanker di Indonesia Diprediksi Naik 70 Persen, Kenali 7 Gejala Awal yang Tak Boleh Diabaikan
2. Menjaga Aliran Darah ke Ginjal
Air membantu menjaga pembuluh darah tetap terbuka sehingga suplai oksigen dan nutrisi menuju ginjal berjalan optimal.
3. Mencegah Dehidrasi
Kekurangan cairan dapat mengurangi aliran darah ke ginjal dan meningkatkan risiko gangguan fungsi ginjal, terutama jika terjadi dalam kondisi berat.
Baca Juga: Studi Ungkap 5 Profesi yang Dikaitkan dengan Risiko Kanker Ovarium Lebih Tinggi
Baca Juga: Pria Ini Mengira Sakit Bahu karena Cedera Otot, Ternyata Gejala Kanker Darah
4. Menurunkan Risiko Batu Ginjal dan Infeksi Saluran Kemih
Asupan air yang cukup membantu mengencerkan urine sehingga kristal pembentuk batu ginjal lebih sulit terbentuk. Selain itu, produksi urine yang meningkat membantu mengeluarkan bakteri penyebab infeksi saluran kemih.
Cara Kerja Ginjal Menjaga Keseimbangan Cairan
Menurut National Kidney Foundation, ginjal memiliki mekanisme alami untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh, yaitu:
Baca Juga: 7 Makanan Orang Jepang yang Diyakini Bantu Panjang Umur, Ada Matcha hingga Ubi Ungu
- Menahan air ketika tubuh kekurangan cairan.
- Mengeluarkan kelebihan air melalui urine.
- Bekerja sama dengan otak memunculkan rasa haus saat tubuh membutuhkan cairan tambahan.
Karena mekanisme tersebut, ginjal sehat mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan jumlah cairan yang dikonsumsi.
Baca Juga: 10 Hewan yang Dianggap Punya Tingkat Kecerdasan Paling Rendah, Ada Koala hingga Ikan Mola-mola
Kesimpulan
Minum air putih saat terbangun di tengah malam tidak menyebabkan ginjal rusak selama fungsi ginjal dalam kondisi normal. Namun, konsumsi air berlebihan menjelang tidur dapat membuat seseorang lebih sering terbangun untuk buang air kecil sehingga kualitas tidur terganggu.
Cara terbaik menjaga kesehatan ginjal adalah memenuhi kebutuhan cairan harian sesuai kondisi tubuh, tidak menunggu haus untuk minum, serta mengatur waktu konsumsi air agar sebagian besar dipenuhi sejak pagi hingga sore hari.
Baca Juga: Prancis Dibungkam Spanyol, Lamine Yamal Jadi Pembeda di Semifinal Piala Dunia 2026
Editor : Ubaidillah