Pelatih Joanna Wietrzyk Buka Suara soal Cibiran Usai Insiden HYROX Beijing

Ubaidillah • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 05:36 WIB
Joanna Wietrzyk (Foto: Fred Lee/Getty Images)
Joanna Wietrzyk (Foto: Fred Lee/Getty Images)

 

RadarBangkalan.id - Pelatih Joanna Wietrzyk (24), Chris Bayens, akhirnya buka suara terkait cibiran yang diterima atlet Australia tersebut setelah insiden buang air besar saat mengikuti HYROX Beijing 2026. Bayens mengatakan kejadian yang dialami anak asuhnya berlangsung secara tidak terduga dan terjadi dengan cepat.

Joanna menjadi sorotan di media sosial setelah foto dan video dari HYROX Beijing beredar. Rekaman tersebut menunjukkan Joanna mengalami inkontinensia feses ketika masih berjuang menyelesaikan perlombaan.

Baca Juga: Insiden Diare di HYROX Beijing, Joanna Wietrzyk Putuskan Mundur

 

Insiden tersebut kemudian memicu berbagai reaksi dari pengguna media sosial maupun sesama atlet. Sebagian mempertanyakan keputusan Joanna untuk tetap melanjutkan perlombaan serta penanganan situasi oleh penyelenggara.

Pelatih Joanna Terima Kritik

Dikutip dari New York Post, sejumlah pengguna media sosial dan atlet mengeluhkan kondisi arena setelah insiden tersebut. Mereka menyoroti permukaan lintasan yang dinilai dapat menjadi licin serta adanya kekhawatiran mengenai risiko kontaminasi.

Baca Juga: Ear Seeds untuk Menurunkan Berat Badan, Benarkah Bisa Kurangi Nafsu Makan?

Pihak penyelenggara HYROX kemudian melakukan sterilisasi terhadap area yang terdampak setelah kejadian tersebut.

Di tengah berbagai kritik yang muncul, Chris Bayens mengatakan apa yang terjadi pada Joanna merupakan situasi yang sulit diprediksi.

Baca Juga: Makan Wortel Bisa Cegah Mata Minus? Ini Penjelasan Dokter Mata

"Sangat mudah untuk menyusun respons yang sempurna setelah momen itu berlalu. Keputusan-keputusan itu dapat ditinjau dan pelajaran dapat diambil darinya," tulis Bayens di media sosialnya.

Bayens mengakui bahwa keputusan yang diambil dalam situasi tersebut dapat dievaluasi. Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran bagi pihak-pihak yang terlibat.

Bayens Soroti Serangan Personal

Bayens mengatakan dirinya dapat menerima kritik yang ditujukan terhadap keputusan Joanna maupun polemik yang muncul setelah insiden tersebut.

Namun, ia membedakan kritik terhadap tindakan dengan kebencian dan serangan yang ditujukan secara personal kepada anak asuhnya.

"Tidak ada seorang pun yang sempurna, baik dalam olahraga, di media sosial, maupun dalam kehidupan nyata," katanya.

Baca Juga: Mata Merah Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius, Dokter Ungkap Gejalanya

Bayens juga menggambarkan kejadian tersebut sebagai sesuatu yang sangat tidak biasa. Ia menilai reaksi yang muncul setelah insiden tersebut telah berkembang menjadi persoalan tersendiri.

"Apa yang terjadi sungguh luar biasa. Kebencian yang muncul setelahnya sangat buruk."

Baca Juga: BPOM Temukan BKO Pyrimidenafil pada 3 Obat Herbal Klaim Stamina Pria

Joanna Sebelumnya Memutuskan Mundur

Sebelumnya, Joanna telah menyampaikan permintaan maaf atas insiden yang terjadi di HYROX Beijing. Ia mengakui bertanggung jawab atas keputusannya untuk tetap melanjutkan perlombaan dalam kondisi tersebut.

Joanna kemudian memutuskan untuk secara retroaktif mundur dari perlombaan dan merelakan poin yang diperolehnya.

Atlet Australia tersebut juga memilih mengambil waktu untuk pemulihan dan refleksi setelah insiden tersebut menjadi perhatian luas di media sosial.

Di sisi lain, HYROX melakukan evaluasi terhadap aturan kompetisi. Rulebook musim 2026/2027 kini memberikan kewenangan kepada Race Director untuk menghentikan keikutsertaan atlet apabila darah, muntahan, urine, atau feses menimbulkan risiko keselamatan maupun kontaminasi terhadap atlet yang bersangkutan atau peserta lain.

Atlet yang dikeluarkan berdasarkan ketentuan tersebut akan dicatat dengan status Did Not Finish (DNF).

Baca Juga: Makan Wortel Bisa Cegah Mata Minus? Ini Penjelasan Dokter Mata

Perubahan tersebut menjadi bagian dari penanganan HYROX terhadap situasi yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan kontaminasi dalam perlombaan.

Editor : Ubaidillah
viral joanna wietrzyk encopresis hyrox beijing