News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kontroversi Hasil Seleksi PPPK Guru 2023 di Sumatera Utara, Peserta Protes Kecurangan dan Siap Gelar Unjuk Rasa

Abdul Basri • Minggu, 24 Desember 2023 | 05:38 WIB
MENUNGGU: Para peserta seleksi calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) menunjukkan berkas pendaftaran di sela-sela uji kompetensi di Graha Unesa kemarin (15/11). (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)
MENUNGGU: Para peserta seleksi calon pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) menunjukkan berkas pendaftaran di sela-sela uji kompetensi di Graha Unesa kemarin (15/11). (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)

RadarBangkalan.id - Kontroversi muncul di Sumatera Utara terkait seleksi PPPK guru 2023, khususnya di Mandailing Natal (Madina), yang diduga kuat melibatkan kecurangan.

Polemik ini semakin memanas setelah pengumuman hasil seleksi oleh Pemkab Madina.

Peserta ujian menyatakan keheranannya terhadap hasil seleksi PPPK guru 2023 yang diumumkan oleh Pemkab Madina.

Ratusan peserta berkumpul di pelataran Masjid Agung Nur Alan Nur, Aek Godang, Desa Parbangunan, Panyabung, pada Sabtu (23/12), untuk menyampaikan ketidakpuasan mereka terhadap hasil tersebut.

Keheranan peserta muncul karena terdapat pengurangan nilai dari beberapa peserta ujian, sementara peserta yang dinyatakan lolos justru mendapatkan penambahan nilai.

Perbandingan data nilai pada sertifikat seleksi kompetensi PPPK, yang dikeluarkan oleh BKN pada 17 November 2023, menjadi dasar pernyataan ketidakpuasan peserta.

Para peserta yang merasa dicurangi ini merencanakan langkah-langkah selanjutnya, termasuk aksi unjuk rasa.

Kemungkinan besar, mereka akan melaporkan Kepala Badan Kepegawaian Madina atau BKPSDM Madina, Abdul Hamid Nasution, dan Kadis Pendidikan Madina Dollar Hafriyanto Siregar ke Poldasu dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Salah satu peserta, yang identitasnya dirahasiakan, menegaskan keanehan dalam pengurangan nilai pada pengumuman seleksi.

Mereka menyoroti fakta bahwa nilai yang tercantum dalam sertifikat seleksi tidak sejalan dengan hasil pengumuman resmi.

Sebagai respons terhadap ketidakpuasan ini, beberapa keluarga peserta, termasuk AS, berencana menggelar rapat terbatas dengan pihak-pihak yang berkompeten.

Baca Juga: Dar! Truk Bermuatan Rokok Oleng dan Tabrak Pohon di Bangkalan

Mereka berkomitmen untuk membuat laporan resmi ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) melalui Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Poldasu.

Keluarga peserta menekankan pentingnya keadilan dan mengecam upaya pemerintah yang dianggap melakukan pemotongan nilai untuk kepentingan tertentu.

Polemik ini menunjukkan ketidakpuasan masyarakat terhadap transparansi dan keabsahan proses seleksi PPPK guru 2023 di Sumatera Utara. ***

Editor : Abdul Basri
#hasil seleksi #sumatera utara #protes #guru #kecurangan #pppk