RadarBangkalan.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyoroti dengan penuh kebanggaan bahwa kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2023 berhasil ditutup dengan hasil yang luar biasa. Kinerja ini termanifestasi melalui pencapaian penerimaan dan belanja yang melampaui target yang ditetapkan, seiring dengan defisit anggaran yang lebih rendah dari yang diharapkan.
Dalam konferensi pers Realisasi APBN 2023 yang diadakan di Jakarta pada Selasa (2/1/2024), Sri Mulyani menyebutkan bahwa APBN 2023 dapat dianggap sebagai "the end of the journey," akhir dari perjalanan panjang sejak munculnya kejutan pandemi. Ia menekankan bahwa pencapaian ini dapat dianggap sebagai "husnul khotimah," atau akhir yang baik, dan secara umum dinilai sebagai pencapaian yang memuaskan.
Baca Juga : 80%! Ganjar Pranowo Optimis Mampu Meraih Suara Terbanyak di Jawa Tengah
Meskipun menghadapi kondisi global yang volatil, APBN tetap berhasil menunjukkan kinerja yang sehat dan terjaga. Keberhasilan APBN sebagai "shock absorber" di tengah ketidakpastian global diakui oleh Sri Mulyani. Ia menegaskan bahwa keuangan negara tidak hanya mampu merespons dampak pandemi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga : Jubir Timnas AMIN Ditahan Aparat Kejaksaan Jakarta Timur
Dari segi pendapatan, pemerintah berhasil merealisasikan pendapatan sebesar Rp 2.774,3 triliun, setara dengan 105,2 persen dari target yang ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2023. Di sisi lain, realisasi belanja negara mencapai Rp 3.121,9 triliun sepanjang tahun 2023, melebihi target sebesar 100,2 persen dari Rp 3.117,2 triliun yang ditetapkan.
Baca Juga : 240 Ribu Jiwa Diselamatkan Polisi dengan Menangkap Tiga Pengedar 30 KG Sabu dari Jaringan Malaysia
Sri Mulyani juga menyoroti aspek ekspansif belanja negara yang meningkat dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Meskipun pendapatan dan belanja negara melampaui target, defisit anggaran hanya mencapai Rp 347,6 triliun atau 72,4 persen dari alokasi yang disiapkan pemerintah, yaitu sebesar Rp 479,9 triliun.
Dalam konteks ini, Sri Mulyani menegaskan bahwa walaupun pendapatan tinggi dan belanja masih mampu mendukung berbagai program prioritas nasional serta menjaga kebutuhan masyarakat, defisitnya tetap terjaga pada tingkat yang jauh lebih rendah. Realisasi defisit sebesar Rp 347,6 triliun setara dengan 1,65 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menjadi yang terendah sejak tahun 2011.
Baca Juga : Komite Sekolah Dilarang Tarik Uang Ke Siswa, Wali Kota Surabaya Tegas!
Pengumuman ini memberikan keyakinan bahwa APBN 2023 telah berhasil mencapai keberlanjutan fiskal yang berkelanjutan, sambil tetap memastikan dukungan untuk pertumbuhan ekonomi dan program-program prioritas nasional. Sri Mulyani mengakhiri pengungkapannya dengan memberikan pesan positif, menegaskan bahwa kinerja APBN 2023 yang optimal merupakan tonggak positif untuk perekonomian Indonesia.