News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Potensi Bandara Internasional Dhoho Kediri Mendorong Persaingan Ketat di Industri Transportasi

Abdul Basri • Sabtu, 3 Februari 2024 | 05:01 WIB
Potrert Bandara Internasional Dhoho Kediri.   (Radar Kediri/Wahyu Adji)
Potrert Bandara Internasional Dhoho Kediri. (Radar Kediri/Wahyu Adji)

Radarbangkalan.id - Daya Tarik Bandara Internasional Dhoho Kediri, Perusahaan Transportasi Berebut jadi Angkutan Bandara, Damri dan PO Harapan Jaya Sudah Dapat Izin

Bandara Internasional Dhoho di Kediri, meskipun belum memulai operasionalnya, telah menjadi magnet kuat bagi perusahaan transportasi darat.

Sejumlah perusahaan transportasi telah mengajukan izin untuk dapat beroperasi menuju bandara yang berlokasi di wilayah Kediri barat tersebut.

Tidak hanya bis, tetapi taksi, taksi online, dan rent car juga termasuk di antara jenis transportasi yang diinginkan untuk beroperasi di sana.

Baca Juga : Persiapkan dari Sekarang, Pembukaan Seleksi CPNS Tahun 2024 Segera Diumumkan, Berikut Dokumen Persyaratannya

Kepala Bidang Pengembangan Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, Yudha Nur Ari, mengungkapkan bahwa total akan ada empat jenis transportasi yang akan beroperasi di Bandara Dhoho.

Kelompok bus, taksi, dan Asosiasi Pengusaha Rent-Car Daerah (Asperda) Jawa Timur sudah mengajukan izin, namun yang telah resmi mendapat izin hanya Damri dan PO Harapan Jaya.

Baca Juga : Mengerikan! Ilmu Kebal Berujung Maut, Pencari Ilmu Kebal Tewas Bukan karena Carok Tapi Diamuk Warga

Damri akan mengoperasikan empat armada yang melayani dua rute, yaitu dari Bandara Dhoho ke Terminal Pare dan dari Bandara Dhoho ke Terminal Gayatri Tulungagung.

Sementara itu, PO Harapan Jaya akan memiliki sepuluh armada dengan tiga rute perjalanan, mencakup Bandara Dhoho ke Terminal Pare, Bandara Dhoho ke Terminal Gayatri, dan Bandara Dhoho ke Terminal Anjuk Ladang Nganjuk.

Kedua perusahaan bus ini telah melakukan uji coba dan simulasi untuk memastikan kesiapan operasional mereka.

Baca Juga : Oknum Guru Besar UTM Jadi Sorotaan Dugaan Palsukan Tanda Tangan Rektor, BAUK: Saya Belum Pernah Memproses

Dalam hal taksi konvensional, baru PT Blue Bird Tbk yang mengajukan izin dan diperkirakan akan mulai beroperasi pada tanggal 1 Februari.

Meskipun perizinan belum sepenuhnya lengkap, Bluebird diizinkan untuk beroperasi atas permintaan langsung dari PT Angkasa Pura I.

Meski begitu, perusahaan ini masih harus memenuhi beberapa persyaratan, termasuk membuka kantor di Kediri, memiliki kendaraan dengan plat AG Kediri, dan menyediakan sopir yang berasal dari Kabupaten Kediri.

Asosiasi Pengusaha Rent-Car Daerah (Asperda) Jawa Timur juga telah mengajukan izin, namun izin tersebut masih dalam proses persetujuan.

Sementara itu, perusahaan transportasi online juga telah mengirimkan surat permohonan izin ke PT Angkasa Pura I, namun rincian lebih lanjut belum diketahui.

Baca Juga : Hati-Hati, Ngemil Ini di Malam Hari Bisa Sebabkan Penyakit Berbahaya!

Selain perizinan, Kepala Bidang Pengembangan Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri, Yudha Nur Ari, juga menyentuh masalah tarif angkutan bandara.

Meskipun ini menjadi kewenangan Dishub Provinsi Jawa Timur, Yudha mengungkapkan bahwa tarif batas atas dan bawah sudah ditentukan dan akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

Dengan demikian, Bandara Internasional Dhoho di Kediri menjadi pusat perhatian dalam persaingan ketat di industri transportasi regional. ***

Editor : Abdul Basri
#potensi #transportasi #kediri #bandara internasional dhoho