Radarbangkalan.id - Seorang remaja berusia 16 tahun yang dikenal sebagai J, masih duduk di bangku SMK,
telah melakukan tindakan keji dengan membunuh lima orang dalam satu keluarga di Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim).
Kejadian tragis ini terjadi setelah pelaku menghadiri pesta minuman keras.
"Betul, pelaku masih di bawah umur kelas 3 SMK, 20 hari lagi baru usianya 17 tahun," ujar Kapolres PPU AKBP Supriyanto seperti yang telah beredar dimedia sosial, Rabu (7/2/2024).
Supriyanto menjelaskan bahwa J bersama temannya sempat menghadiri pesta minuman keras sebelum melakukan tindakan keji tersebut.
"Iya betul (pelaku mabuk). Jadi sebelum kejadian ini dia minum-minuman keras bersama temannya,
kemudian pulang setengah 12 diantar sama temannya, begitu sampai di rumah muncullah niat itu (membunuh)," terangnya.
Pelaku, J, melakukan aksi pembunuhan tersebut seorang diri. Selain membunuh anggota keluarga tersebut, dia juga mengambil handphone dan uang tunai korban sebesar RP 33 ribu.
"Pelaku satu orang. Jadi selesai melakukan pembunuhan dia mengambil handphone dan uang kotban sebesar Rp 353 ribu, ini sudah kita jadikan barang bukti," jelasnya.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres PPU untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut. Pelaku juga akan menjalani pemeriksaan psikologisnya.
"Untuk catatan atau laporan masalah kejiwaan dari rumah sakit memang tidak ada, tetapi nanti kami pastikan pemeriksaan kejiwaan apakah ada kelainan atau tidak," ungkapnya.
Sebelumnya, lima orang di Penajam Paser Utara ditemukan tewas bersimbah darah. Mereka adalah satu keluarga, terdiri dari ayah, ibu, dan tiga anak.
"Ya (tewas dibunuh) satu keluarga, bapak, ibu sama 3 anaknya, memang tewas dibacok," ujar Camat Babulu Kansip, Selasa (6/2).
Pembunuhan itu terjadi di rumah korban di Jalan Sekunder 8, Desa Babulu Lalut, Kecamatan Babulu, Selasa (6/2) dini hari sekitar pukul 02.00 Wita. Usai ditemukan jasad korban dibawa ke RSUD PPU.
Kasus pembunuhan sadis yang dilakukan oleh seorang remaja berusia 16 tahun di Kalimantan Timur telah mengejutkan masyarakat.
Insiden ini menggarisbawahi pentingnya peran pengawasan dan pendampingan terhadap remaja agar tidak terjerumus pada tindakan kejahatan.
Semoga proses hukum dapat berjalan dengan adil dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.
Editor : Ubaidillah