RadarBangkalan.id - Bivitri Susanti, seorang pakar hukum tata negara ternama di Indonesia, telah menarik perhatian publik dengan langkah berani dan inovatifnya dalam mengungkap kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2024.
Melalui film dokumenter berjudul 'Sebuah Desain Kecurangan Pemilu 2024' yang dipublikasikan di kanal YouTube Dirty Vote, bersama dengan dua rekan sejawatnya, Zainal Arifin Mochtar dan Feri Amsari, mereka telah mengungkapkan secara terperinci berbagai proses kecurangan yang terjadi.
Film Dirty Vote, yang memiliki durasi hampir dua jam, telah mencapai lebih dari 4 juta penonton sejak ditayangkan pada Minggu (12/2), menandai ketertarikan besar masyarakat terhadap isu kecurangan pemilu yang disampaikan melalui medium ini.
Bivitri Susanti bukanlah nama baru dalam dunia hukum di Indonesia. Sebagai seorang pakar hukum tata negara, ia juga aktif sebagai pengajar di Sekolah Tinggi Hukum Indonesia (STH) Indonesia Jentera dan dikenal sebagai seorang peneliti di Pusat Studi Hukum & Kebijakan (PSHK) Indonesia.
Pendidikan formal Bivitri Susanti mencakup tamat dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1999.
Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan tingkat Master di University of Warwick, UK, di mana ia lulus pada tahun 2002 dengan predikat 'With Distinction'.
Bukan hanya itu, Bivitri juga mengejar gelar doktoralnya di University of Washington School of Law, Amerika Serikat.
Jejak pendidikan Bivitri juga meliputi pengalaman sebagai research fellow di Harvard Kennedy School of Government (2013-2014), visiting fellow di Australian National University School of Regulation and Global Governance (2016), dan visiting professor di University of Tokyo, Jepang (2018).
Penghargaan yang pernah ia terima termasuk Anugerah Konstitusi M. Yamin dari Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas dan pengakuan dari Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara-Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN) sebagai Pemikir Muda Hukum Tata Negara pada tahun 2018.
Keterlibatannya dalam dunia akademis dan penelitian tidak membuatnya terpaku di ruang kelas. Bivitri juga aktif dalam berbagai kegiatan pembaruan hukum dan gerakan anti-korupsi.
Ia seringkali bekerja sama dengan organisasi masyarakat sipil, institusi pemerintah, dan berbagai pihak lainnya untuk mewujudkan perubahan yang diinginkan dalam sistem hukum dan pemerintahan.
Selain itu, Bivitri juga sering menjadi narasumber atau pembicara dalam berbagai acara yang membahas topik hukum dan politik, baik di media televisi maupun seminar-seminar terkait.
Aktivitasnya juga terpantau aktif di media sosial, khususnya di Instagram (@bivitrisusanti), di mana ia memiliki ribuan pengikut dan terlibat dalam berbagai diskusi tentang hukum dan politik di Tanah Air.
Dengan dedikasi dan kontribusinya yang luar biasa dalam bidang hukum dan reformasi, Bivitri Susanti telah menjadi sosok yang dihormati dan diakui dalam lingkup akademis maupun praktisi hukum di Indonesia.
Langkahnya dalam membongkar kecurangan pemilu melalui film dokumenter Dirty Vote adalah bukti nyata dari komitmen dan integritasnya untuk memperjuangkan keadilan dan demokrasi di negeri ini. ***
Editor : Azril Arham