News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pilu Pemilu 2024, 1.290 Petugas KPPS Jatuh Sakit di Sulawesi Selatan, 3 Orang Meninggal Dunia

Azril Arham • Minggu, 18 Februari 2024 | 21:23 WIB
Polrestabes Makassar lakukan pemeriksaan kesehatan kepada petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Polrestabes Makassar lakukan pemeriksaan kesehatan kepada petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

RadarBangkalan.id - Dalam perhelatan Pemilihan Umum 2024, Provinsi Sulawesi Selatan menghadapi tantangan serius terkait kesehatan para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Menurut data resmi yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, jumlah petugas KPPS yang terkena sakit dan memerlukan perawatan di puskesmas maupun rumah sakit telah mencapai angka yang mengkhawatirkan, yaitu sebanyak 1.290 orang.

Awalnya, data mencatat sekitar 963 petugas KPPS yang dilaporkan jatuh sakit, namun angka tersebut terus bertambah hingga mencapai 1.290 orang.

Bahkan, yang lebih mengkhawatirkan lagi, terdapat tiga orang petugas KPPS yang telah kehilangan nyawa mereka dalam menjalankan tugasnya.

Selain petugas KPPS, sebuah kehilangan besar juga dirasakan oleh Panitia Pengawas Pemilu Kelurahan/Desa, di mana satu anggota mereka juga menyusul meninggal dunia dalam tahapan penghitungan suara pemilu.

Berdasarkan analisis grafik sebaran angka kesakitan di 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan, ditemukan bahwa jumlah total individu yang terkena dampak kesehatan dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 mencapai 2.792 orang.

Angka ini mencakup berbagai jenis pasien yang terlibat dalam proses pemungutan suara, seperti Bawaslu/Panwaslu, petugas Linmas, petugas keamanan, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), saksi, dan pemilih.

Dari jumlah keseluruhan tersebut, sekitar 141 orang harus dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD), 113 orang menjalani rawat inap, dan sebagian besar, yakni 2.538 orang, mendapatkan perawatan rawat jalan.

Diagnosa penyakit yang paling umum di antara mereka termasuk sakit kepala, hipertensi, demam, dan maag.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Ardadi, mengekspresikan harapannya agar tidak ada penambahan lagi dalam angka kesakitan maupun kematian di antara petugas yang terlibat.

Ia juga mengingatkan seluruh petugas terkait, termasuk KPPS, Bawaslu, TNI, dan Polri, untuk menjaga kondisi kesehatan mereka dan segera mencari bantuan medis jika merasakan keluhan kesehatan.

Di sisi lain, Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Mardiana Rusli, menyampaikan duka yang mendalam atas kehilangan petugas Panwaslu Desa Tebba, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, yang meninggal dunia dalam rangka tugasnya.

Dia juga memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pengawalan jalannya proses pemungutan dan penghitungan suara.

Tantangan kesehatan ini menjadi perhatian serius bagi seluruh penyelenggara pemilu di Sulawesi Selatan, terutama saat upaya penghitungan suara masih berlangsung.

Menurut data terbaru, hingga hari ketiga tahap penghitungan suara, jumlah petugas pengawas yang terkena dampak kesehatan mencapai 153 orang, dengan satu di antaranya meninggal dunia.

Hal ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan kondisi kesehatan para petugas pemilu di masa mendatang.

Sebelumnya, sudah empat orang petugas ad hoc pemilu di Sulawesi Selatan yang dilaporkan meninggal dunia, yang menambah kesedihan dan keprihatinan dalam pelaksanaan pemilu ini. ***

Editor : Azril Arham
#Petugas KPPS