Radarbangkalan.id – Dalam penuturan yang disampaikannya, Presiden Jokowi menegaskan bahwa tujuan dari pembangunan ini adalah untuk menciptakan sebuah gedung dan bangunan yang dibanggakan oleh bangsa Indonesia, sebuah struktur yang dibangun dengan bahan-bahan lokal dan tenaga kerja Indonesia sendiri, yang nantinya akan menjadi simbol kebanggaan dan harga diri bagi bangsa ini.
Pada acara peletakan batu pertama gedung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di IKN, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa selama ini, ketika menerima tamu pemimpin negara lain di Istana Kepresidenan, Indonesia sering mendapat pujian atas keindahan dan kemegahan gedung Istana yang dimilikinya.
Namun, hal ini selalu disertai dengan rasa tidak nyaman karena bangunan-bangunan tersebut masih merupakan peninggalan dari masa kolonial Belanda, seperti Istana Kepresidenan Jakarta, Bogor, Jogja, dan Cipanas.
Dengan pembangunan Istana Presiden di IKN Nusantara, Presiden berharap agar bangsa Indonesia dapat memiliki kebanggaan terhadap kemampuan sendiri dalam membangun infrastruktur yang berkepribadian dalam budaya lokal.
Dia juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam melihat dan mengapresiasi pembangunan IKN Nusantara ini.
Bahkan, Presiden Jokowi mengundang masyarakat untuk datang dan melihat langsung progres pembangunan dari tempat tertinggi di lokasi Gedung Istana Presiden di IKN Nusantara.
Dia menyatakan bahwa melalui kunjungan tersebut, masyarakat dapat melihat dengan lebih jelas transformasi yang sedang terjadi dalam pembangunan IKN Nusantara.
Baca Juga : Diplomasi Dakwah Internasional: Kemenag Kirim Dai ke Amerika, Korea, dan Uni Emirat Arab
Meskipun tidak mengetahui secara pasti apakah masyarakat diizinkan untuk datang ke lokasi pembangunan Istana Presiden, Presiden Jokowi mendorong agar masyarakat mencoba untuk melihat langsung pembangunan IKN Nusantara tersebut.
Dia menegaskan bahwa melalui pengamatan langsung, masyarakat akan dapat mengapresiasi lebih dalam perubahan dan transformasi yang sedang terjadi di IKN Nusantara.
Meski demikian, dia juga memberikan catatan bahwa kewenangan untuk masuk ke lokasi pembangunan tersebut masih menjadi pertanyaan dan dapat bervariasi, namun tetap mengajak masyarakat untuk mengunjungi dan melihat sendiri perkembangan yang ada. ***