News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Indonesia Ikut Andil Salurkan Seribu Hewan Kurban ke Gaza

Ajiv Ibrohim • Selasa, 18 Juni 2024 | 16:41 WIB
Hewan kurban Sapi asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) di pajang di Pasar Hewan Kurban Musiman Kawasan Kuningan, Jakarta. (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)
Hewan kurban Sapi asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) di pajang di Pasar Hewan Kurban Musiman Kawasan Kuningan, Jakarta. (DERY RIDWANSAH/ JAWAPOS.COM)

Radarbangkalan.id – Manfaat dari hewan kurban yang disumbangkan oleh para pekurban (mudhohi) di Indonesia tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga oleh warga Palestina di Gaza dan Tepi Barat.

Tahun ini, indonesia telah salurkan seribu hewan kurban ke gaza berupa domba atau kambing (doka).

Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Baznas, M. Imdadun Rahmat, menjelaskan bahwa pengiriman tersebut melibatkan mitra yang memiliki akses ke Gaza dan Tepi Barat. "Kami memperhitungkan situasi dan kondisi di sana.

Sekitar seribu ekor doka yang kita kirim," kata Imdadun saat membagikan daging kurban Baznas di kampung pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu, Kota Bekasi, kemarin (17/6).

Mitra Baznas dalam pendistribusian hewan kurban ke Gaza dan Tepi Barat termasuk Women Crisis Center, Jordan Hashemite Charity Organization (JHCO), dan Baituz Zakat.

"Mereka memiliki akses untuk mendistribusikan langsung ke Gaza dan Tepi Barat. Mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia," tambahnya.

Secara keseluruhan, kata Imdadun, hewan kurban yang masuk atau dititipkan ke Baznas pusat mencapai 9 ribu doka. Baznas menghitung hewan kurban dengan satuan doka.

Oleh karena itu, apabila ada kurban dalam bentuk sapi, dihitung sebagai tujuh doka.

"Dibandingkan tahun lalu, jumlah ini naik sekitar 30 persen," katanya. Pendistribusian hewan kurban ini tersebar ke seluruh Indonesia.

Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menjelaskan tentang pengiriman sipil dan organisasi masyarakat dalam misi perdamaian di Gaza, Palestina.

Juru Bicara II Kemenlu, Rolliansyah Soemirat, menyatakan bahwa hal ini masih harus menunggu mandat dari PBB.

Sebab, misi perdamaian PBB hanya akan diterjunkan setelah ada mandat melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB.

"Sejauh ini, PBB belum membahas isu penggelaran operasi penjaga perdamaian (PKO) di Gaza," ungkapnya kemarin.

Menurut Rolliansyah, prioritas saat ini adalah terciptanya perdamaian melalui gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas Palestina.

Hal ini sesuai dengan Resolusi 2735 Dewan Keamanan PBB yang baru saja disahkan beberapa waktu lalu.

Jika memang ada pengiriman untuk misi perdamaian PBB, akan dilakukan pembaruan dengan kondisi di lapangan, baik soal jumlah, komposisi, maupun jenis keahliannya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sempat menyatakan bahwa Indonesia siap mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Gaza.

Hal ini dilakukan sebagai salah satu kontribusi Indonesia dalam menciptakan perdamaian dunia. ***

 

Editor : Ajiv Ibrohim
#hewan kurban #salurkan seribu hewan kurban ke gaza #gaza #indonesia