RadarBangkalan.id - Kemenag terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia.
Hal ini dibuktikan dengan penyediaan 62,3 ton obat untuk menunjang kesehatan para jemaah selama di Tanah Suci pada penyelenggaraan haji tahun 1445 H/2024 M.
Anggota Media Center Kemenag, Widi Dwinanda, menjelaskan bahwa obat-obatan tersebut didistribusikan ke wilayah Makkah dan Madinah dengan proporsi 80% untuk Makkah dan 20% untuk Madinah.
Di wilayah Makkah, 10% dari proporsi obat difokuskan untuk puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, pembagian proporsi ini didasarkan pada perkiraan lama waktu jemaah haji berada di setiap wilayah.
Semakin lama jemaah berada di suatu wilayah, semakin besar pula proporsi obat yang disediakan.
Selain fokus pada pelayanan kesehatan, Kemenag juga mengoptimalkan 16 asrama haji untuk menyambut dan memulangkan jemaah haji.
Hal ini termasuk dua asrama haji debarkasi baru yang diaktifkan dalam dua tahun terakhir, yaitu asrama haji debarkasi Manyaran di Jawa Tengah dan asrama haji debarkasi Cipondoh di Banten.
Asrama haji debarkasi Cipondoh melayani 25 kloter jemaah haji asal Provinsi Banten, sedangkan asrama haji debarkasi Manyaran melayani seluruh jemaah asal kota dan kabupaten Semarang yang tergabung dalam lima kloter.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) kembali mengingatkan jemaah haji untuk melapor ke Puskesmas setempat setibanya di rumah, terutama jika mengalami gejala demam, batuk, dan flu.
Baca Juga: Terancam Tidak Bisa Isi Pertalite Akibat Rencana Pembatasan BBM Berdasarkan cc, Ini Daftar Mobilnya
Hal ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan penyakit menular yang mungkin dibawa dari Tanah Suci.
Upaya-upaya di atas merupakan komitmen Kemenag dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia, baik dari segi kesehatan maupun kepulangan mereka ke tanah air. ***
Editor : Ajiv Ibrohim