News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Putin Bereaksi terhadap Insiden Penembakan Donald Trump: Mengecam Kekerasan dalam Politik

Ubaidillah • Senin, 15 Juli 2024 | 16:29 WIB
Foto: Kandidat presiden Rusia dan petahana Presiden Vladimir Putin. (REUTERS/Maxim Shemetov)
Foto: Kandidat presiden Rusia dan petahana Presiden Vladimir Putin. (REUTERS/Maxim Shemetov)

Radarbangkalan.id - Pemerintah Presiden Rusia Vladimir Putin buka suara atas upaya pembunuhan terhadap mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Kremlin menegaskan mengutuk segala bentuk kekerasan dalam konteks politik.

"Rusia mengutuk keras setiap contoh kekerasan dalam konteks persaingan politik," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, dikutip AFP, Senin (15/7/2024).

"Rusia berbelasungkawa kepada keluarga korban yang tewas dalam serangan ini dan berharap mereka yang terluka segera pulih," tambahnya.

Peskov juga menyatakan bahwa serangan terhadap Trump sudah bisa diprediksi, menyinggung bahwa hidup Trump memang "dalam bahaya".

"Setelah berbagai upaya untuk menyingkirkan kandidat Trump dari arena politik dengan menggunakan semua alat hukum—pengadilan, jaksa,

upaya mendiskreditkan politik—jelas bagi semua pengamat luar bahwa hidupnya dalam bahaya," kata Peskov.

"(Namun) kami sama sekali tidak percaya bahwa upaya tersebut diorganisir oleh kekuatan saat ini," tegasnya lagi.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, juga mengomentari kejadian ini dan menyangkutkannya dengan situasi di Ukraina.

"AS sebaiknya membuat inventarisasi atas kebijakannya yang menghasut kebencian terhadap lawan politik, negara, dan masyarakat," katanya.

"Mungkin akan lebih baik menggunakan uang ini untuk membiayai kepolisian Amerika dan layanan lain yang dimaksudkan untuk menjamin hukum dan ketertiban di Amerika Serikat," tulisnya di Telegram.

AS sendiri merupakan salah satu pendukung perlawanan Ukraina dalam perang dengan Rusia. Pada pertemuan puncak peringatan 75 tahun NATO di Washington, 10 Juli lalu, AS dan sekutunya mengumumkan pengiriman jet tempur F-16 ke Ukraina, yang membuat Rusia marah.

Penembakan terhadap Trump terjadi saat ia berpidato di depan pendukungnya di Pennsylvania. Mengenakan kemeja putih dan blazer serta topi "Make America Great Again (MAGA)", Trump yang asyik berbicara tentang imigrasi ilegal tiba-tiba terdengar suara tembakan.

Pada pukul 18.08 waktu setempat (sekitar pukul 06.08 Minggu waktu Indonesia), suara tembakan empat kali berturut-turut memotong pidato Trump.

Trump yang dalam keadaan berantakan dan berdarah kemudian diangkut ke dalam SUV. Ketika mobil menjauh, pasukan keamanan bersenjata lengkap bergerak ke lokasi kejadian.

Pelaku dilaporkan berhasil dilumpuhkan. Dalam operasi dan baku tembak yang terjadi, sang pelaku tewas.

Editor : Ubaidillah
#donald trump #vladimir putin #donald trump ditembak #paspampres #jokowi #putin