News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Skandal eFishery, Berikut Profil Sang CEO Gibran Huzaifah Diduga Terlibat Kasus Manipulasi Keuangan

Azril Arham • Senin, 3 Februari 2025 | 23:49 WIB

 

CEO eFishery Gibran Huzaifah
CEO eFishery Gibran Huzaifah

RadarBangkalan.id - Nama eFishery belakangan ini ramai diperbincangkan, bukan karena prestasi, tetapi karena dugaan kasus manipulasi keuangan yang mengguncang industri startup Indonesia.

Perusahaan rintisan yang sempat dianggap sukses ini kini tengah menghadapi badai besar setelah laporan keuangannya diduga bermasalah.

Salah satu sosok utama dalam pusaran kasus ini adalah Gibran Huzaifah, mantan CEO eFishery yang kini menjadi sorotan publik.

Sebagai pendiri sekaligus mantan pemimpin eFishery, Gibran dikenal sebagai figur inovatif yang membawa teknologi ke dalam dunia akuakultur.

Namun, dugaan kecurangan dalam laporan keuangan eFishery membuat namanya dikaitkan dengan salah satu skandal keuangan terbesar dalam dunia startup Indonesia.

 

Gibran Huzaifah merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2007. Ia kemudian melanjutkan studinya dalam program Executive Study di Harvard Business School dan Stanford University Graduate School of Business.

Perjalanan kariernya dimulai dengan ketertarikan di bidang akuakultur setelah mengikuti kelas tentang budidaya ikan lele. Dari sinilah ia mulai berpikir bahwa sektor ini memiliki potensi besar bagi masa depan pangan dunia.

Pada 2009, Gibran mulai membudidayakan ikan lele, sebelum akhirnya mendirikan eFishery pada 2013.

Startup ini hadir dengan solusi inovatif berupa sistem pemberian pakan otomatis untuk ikan dan udang, yang diyakini mampu meningkatkan efisiensi serta mengurangi biaya operasional bagi petani ikan.

Berkat visinya yang brilian, eFishery berhasil menarik perhatian banyak investor besar. Startup ini terus berkembang pesat hingga pada 2024 berhasil menjalin kerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam program budidaya ikan nila.

Namun, di balik kisah suksesnya, ternyata ada laporan keuangan yang menimbulkan tanda tanya besar.

 

Pada Desember 2024, Gibran Huzaifah resmi dicopot dari jabatannya sebagai CEO eFishery setelah adanya temuan dugaan manipulasi keuangan.

Dewan pemegang saham pun menunjuk Adhy Wibisono sebagai CEO sementara dan Albertus Sasmitra sebagai CFO yang bertanggung jawab untuk mengatasi permasalahan keuangan perusahaan.

Hasil investigasi internal menemukan dugaan penggelembungan pendapatan hampir Rp9,74 triliun dalam laporan keuangan eFishery untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada September 2024. Tak hanya itu, investigasi juga mengungkap bahwa perusahaan mengalami kerugian besar, mencapai Rp575 miliar.

Bahkan, data terkait jumlah pakan ikan yang diklaim mencapai lebih dari 400.000 unit ternyata tidak sesuai dengan fakta di lapangan yang hanya menunjukkan 24.000 unit.

Dugaan kecurangan ini membuat para investor semakin curiga bahwa ada praktik manipulasi keuangan yang telah berlangsung lama di tubuh eFishery.

 

Kasus ini kini memasuki babak baru dengan semakin banyaknya bukti yang mengarah pada dugaan fraud dalam laporan keuangan eFishery.

Publik pun mulai mempertanyakan sejauh mana keterlibatan Gibran dalam skandal ini dan apakah ia akan menghadapi konsekuensi hukum atas dugaan manipulasi yang terjadi. ***

 

Editor : Azril Arham
#Gibran Huzaifah #efishery #kasus #keuangan #manipulasi