Radarbangkalan.id - Viral di media sosial aksi protes sejumlah emak-emak yang membuang tabung gas elpiji 3 kg di Pinang, Kota Tangerang, Provinsi Banten.
Mereka kesal karena kesulitan mencari gas elpiji 3 kg yang habis saat mereka sedang memasak.
Baca Juga: Klaim 4 Link DANA Kaget Hari Ini, Saldo Gratis hingga Rp400.000!
"Pemerintah, mau masak aja susah, gas dipersulit, saya sudah cari ke mana-mana, gimana ini buat kita rakyat kecil," ujar salah satu emak-emak yang berpartisipasi dalam aksi tersebut,
sambil membuang tabung gas. Tak lama kemudian, tabung-tabung gas lainnya pun tergeletak di tanah akibat aksi protes ini.
Kelangkaan gas elpiji 3 kg yang terjadi belakangan ini menjadi perhatian publik. Pasalnya, penjualan gas ini tidak lagi dilakukan oleh pengecer.
Kebijakan pemerintah yang melarang pengecer menjual gas melon ini menuai kritik dari masyarakat.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Bripka Agus Terlibat Baku Tembak dengan Begal di Lampung
Namun, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan gas elpiji 3 kg meskipun kini barang tersebut tidak lagi dijual di pengecer.
"Barang (elpiji 3 kg) nggak ada langka, saya jamin. Saya jamin nggak ada langka," ujar Bahlil dalam konferensi pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2024 di Jakarta, Senin (3/2/2025).
Bahlil menjelaskan bahwa yang terjadi bukanlah kelangkaan, melainkan pergeseran ketersediaan gas elpiji 3 kg, yang sebelumnya tersedia di warung pengecer, kini dipindahkan ke pangkalan.
Meskipun jarak ke pangkalan mungkin lebih jauh, ia memastikan harga yang didapatkan oleh masyarakat akan lebih stabil.
Baca Juga: Dikepung Warga! 2 Oknum Polisi Palak Pasangan Pelajar Rp 2,5 Juta
Editor : Ubaidillah