News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

LG Batalkan Investasi Baterai EV Rp128,8 Triliun di Indonesia, ESDM Beri Reaksi

Ubaidillah • Rabu, 23 April 2025 | 14:16 WIB
  1. Foto: LG Electronics. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
    Foto: LG Electronics. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Radarbangkalan.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara mengenai batalnya perusahaan baterai kendaraan listrik (EV) asal Korea Selatan (Korsel),

LG Energy Solution, untuk berinvestasi di Indonesia. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, mempertanyakan kesungguhan LG dalam melakukan investasi di Indonesia,

Baca Juga: Viral! Pengunjung Terjatuh dari Wahana 360° Pendulum di Jatim Park 1, Terekam Kamera

mengingat proses penjajakan investasi perusahaan tersebut sudah berlangsung bertahun-tahun.

"Kalau misalnya, dia sebetulnya niat nggak sih mau investasi di sini? Bukan, kalau misalnya dia nggak niat ya sudah.

Ya memang dari awal nggak ada niat berarti," ungkapnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (21/4/2025).

Tri menambahkan bahwa sejak awal LG tidak tepat waktu dengan target yang ditetapkan pemerintah Indonesia.

Hal tersebut terbukti dengan tidak dilakukannya proses groundbreaking proyek rantai pasok baterai kendaraan listrik di Tanah Air. "Kan selalu nggak tepat waktu mereka, udah berapa tahun," tambahnya.

"Ya kalau misalnya nggak mau ini ya sudah, mau bilang apa," imbuhnya.

Meski demikian, Tri menegaskan bahwa batalnya investasi LG tidak akan mempengaruhi iklim investasi di Indonesia.

Baca Juga: Sosok Syafril Firdaus, Dokter Kandungan Garut, Terlibat Kasus Pelecehan Pasien Saat USG

Yang lebih penting adalah kesungguhan para investor dalam berinvestasi di Indonesia. "Mau investor gede, mau kecil, mau ini, yang penting niat nggak dia. Kalau misalnya mau investor gede, kalau cuma omdo, ya nggak lah," tandasnya.

LG Energy Solution sebelumnya menarik investasi sebesar US$ 7,7 miliar (setara Rp 128,84 triliun) untuk membangun proyek yang mencakup seluruh rantai pasok baterai kendaraan listrik di Indonesia.

Rencana proyek tersebut meliputi pengadaan bahan baku, produksi prekursor, bahan katoda, dan pembuatan sel baterai.

Menurut seorang pejabat dari LG Energy Solution, keputusan untuk menarik investasi di Indonesia didasari oleh potensi pergeseran dalam lanskap industri, yang diprediksi akan menyebabkan perlambatan sementara permintaan EV global.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Seleksi Kompetensi PPPK Tahap 2

"Menimbang kondisi pasar dan lingkungan investasi, kami telah memutuskan untuk keluar dari proyek," ujar pejabat tersebut, dilansir dari Yonhap News Agency, Senin (21/4/2025).

Meski menarik investasi untuk proyek baru, LG Energy Solution tetap melanjutkan proyek baterai EV yang sudah berjalan di Indonesia bersama Hyundai Motor Group,

berupa pabrik baterai EV PT HLI Green Power di Karawang, Jawa Barat. "Namun, kami akan melanjutkan bisnis kami yang sudah ada di Indonesia, seperti pabrik baterai Hyundai LG Indonesia Green Power (HLI Green Power), usaha patungan kami dengan Hyundai Motor Group," tambahnya.

Editor : Ubaidillah
#pabrik baterai #investasi #lg #baterai lithium #baterai mobil listrik