JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) RI mulai mengatur skema pergerakan jemaah haji Indonesia menuju Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina), menjelang puncak ibadah haji 1446 H/2025 M. Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh proses ibadah berjalan tertib, aman, dan lancar, terutama saat momen puncak wukuf di Arafah.
Sebanyak 203.000 jemaah asal Indonesia dijadwalkan bergerak dari Makkah ke Armuzna pada 4 Juni 2025 (8 Zulhijjah 1446 H). Keesokan harinya, yakni 5 Juni 2025 (9 Zulhijjah), mereka akan melaksanakan wukuf di Arafah, momen paling sakral dalam rangkaian ibadah haji.
Pergerakan jemaah dilakukan secara bertahap dan terstruktur, hasil dari koordinasi intensif antara Kemenag dan otoritas haji Arab Saudi. Tujuannya, menghindari penumpukan di lokasi-lokasi ibadah seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, menegaskan pentingnya disiplin jemaah terhadap jadwal yang telah ditetapkan. “Seluruh layanan haji kami kawal secara langsung, dari aspek transportasi hingga akomodasi, demi kelancaran ibadah,” ujarnya.
Seluruh jemaah Indonesia kini sudah berada di Makkah setelah menyelesaikan fase kedatangan di Madinah. Mereka kini bersiap menjalani puncak ibadah, termasuk Idul Adha pada 6 Juni 2025 dan rangkaian hari Tasyrik pada 7–9 Juni 2025 (11–13 Zulhijjah).
Kemenag juga mengingatkan jemaah untuk mengikuti arahan petugas kloter dan memanfaatkan fasilitas bimbingan dan pendampingan yang telah disiapkan di Tanah Suci.
Rangkaian Penting Jadwal Haji 1446 H:
- 4 Juni 2025 (8 Zulhijjah): Pergerakan dari Makkah ke Armuzna
- 5 Juni 2025 (9 Zulhijjah): Wukuf di Arafah
- 6 Juni 2025 (10 Zulhijjah): Idul Adha
- 7–9 Juni 2025 (11–13 Zulhijjah): Hari Tasyrik (Nafar Awal dan Nafar Tsani)
Rangkaian ibadah haji tahun ini dimulai sejak keberangkatan dari asrama haji pada 1 Mei 2025, dengan gelombang pertama jemaah tiba di Madinah pada 2 Mei. Proses pemulangan dijadwalkan mulai 11 Juni 2025.
Kemenag berharap, dengan persiapan yang matang dan dukungan dari semua pihak, ibadah haji tahun ini dapat berjalan khusyuk dan aman bagi seluruh jemaah.
Masyarakat juga diimbau agar selalu mengikuti informasi resmi dari Kemenag dan tidak mudah percaya pada informasi palsu terkait jadwal maupun teknis pelaksanaan haji yang beredar di luar kanal resmi.
Editor : Mohammad Sugianto