MAKKAH-Menjelang puncak ibadah haji 2025, pemerintah memastikan seluruh persiapan di Arafah sudah 100% siap. Menteri Agama Nasaruddin Umar secara langsung meninjau lokasi wukuf di Arafah pada Senin, 2 Juni 2025, untuk memastikan kenyamanan lebih dari 200 ribu jemaah haji asal Indonesia.
Dari tenda, bantal, AC, air, hingga toilet dan lampu penerangan—semua telah tersedia dan siap digunakan. Bahkan, area Arafah juga dipercantik dengan taman dan dekorasi lampu hias yang membuat suasana semakin nyaman.
“Alhamdulillah, semua fasilitas utama sudah lengkap dan siap pakai,” kata Menag Nasaruddin saat meninjau langsung ke Arafah bersama rombongan Amirul Hajj pada Senin (2/6).
Nasaruddin menegaskan jika selama ini jemaah haji Indonesia dikenal paling tertib dan sopan. Ini adalah citra positif yang harus terus dijaga. Namun demikian dia mengingatkan bahwa Arafah bukan tempat untuk bermalam, melainkan tempat singgah sementara untuk menjalankan ibadah wukuf. "Maka dari itu, fasilitas yang tersedia hanya bersifat sementara dan fungsional" katanya.
Dia mengajak jemaah untuk memanfaatkan waktu wukuf sebaik mungkin dengan memperbanyak doa. Bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, bangsa Indonesia, dan seluruh umat manusia.
“Doakan agar kita semua mendapat haji yang mabrur, dan semoga dunia ini lebih damai dan penuh keberkahan,” pesan Nasaruddin.
Dengan persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, pemerintah yakin seluruh rangkaian ibadah puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) akan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhusyukan.
Arafah menjadi lokasi penting dalam pelaksanaan ibadah haji, terutama untuk wukuf yang akan dilaksanakan pada Kamis, 5 Juni 2025. Karena itu, jemaah diminta memperhatikan beberapa aturan penting:
- Jangan keluar tenda antara pukul 10.00–16.00 waktu setempat, karena suhu bisa mencapai lebih dari 50°C.
- Jaga etika selama di Padang Arafah:
- Tidak mencabut rumput atau membunuh serangga.
- Pria tidak diperbolehkan menutup kepala.
- Tidak membuat keributan.
Editor : Mohammad Sugianto