BANYUWANGI,Radarbangkalan.id– Upaya pencarian korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang karam di Selat Bali terus dilakukan tim SAR gabungan. Memasuki hari kedelapan, Rabu (9/7), dua jenazah berhasil ditemukan dan dievakuasi.
Kedua korban berjenis kelamin laki-laki. Jenazah pertama ditemukan nelayan di sekitar Pantai Pebuahan, Bali, sekitar dua kilometer dari bibir pantai pada pukul 07.00 WIB. Saat ditemukan, korban mengenakan celana pendek biru dan kaus hitam.
Tak berselang lama, jenazah kedua ditemukan nelayan lainnya di Pantai Pengambengan, Bali, sekitar pukul 06.00 WITA. Temuan ini langsung dilaporkan ke posko SAR.
“Kondisi cuaca di Selat Bali masih menjadi tantangan utama dalam pencarian. Angin kencang, gelombang tinggi, dan arus permukaan kuat memperlambat proses evakuasi,” ujar Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno, yang juga bertugas sebagai SAR Mission Coordinator.
Identifikasi Korban: Satu Jenazah Teridentifikasi, Satu Masih Proses
Dari dua jenazah yang ditemukan, satu di antaranya berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Siddokkes Polresta Banyuwangi – Biddokkes Polda Jatim. Korban adalah Putu Mertayasa (43), warga Buleleng, Bali. Sementara satu korban lainnya masih dalam proses identifikasi lebih lanjut.
Hingga malam Rabu (9/7), tercatat 42 korban telah berhasil dievakuasi dari total 65 orang yang masuk dalam manifest kapal. Rinciannya:
- 30 orang selamat
- 12 orang meninggal dunia
- 23 orang masih dalam pencarian
Tim SAR gabungan menyatakan bahwa operasi pencarian resmi diperpanjang hingga Jumat (11/7), mengingat masih banyaknya korban yang belum ditemukan.
Kronologi Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, pada Kamis dini hari (3/7).
Kapal sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA, namun hanya berselang tiga menit kemudian, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout. Tak lama setelah itu, kapal dilaporkan terbalik dan tenggelam di titik koordinat -08°09.371', 114°25.1569'.
Cuaca ekstrem di perairan Selat Bali disebut menjadi pemicu utama kecelakaan laut ini. Gelombang tinggi mencapai 2,5 meter, ditambah angin kencang hingga 25 knots, membuat kapal kehilangan keseimbangan dan akhirnya karam.
Editor : Mohammad Sugianto