News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

BNPB Pastikan Relokasi 28 Keluarga di Kawasan Rawan Longsor Cilacap Usai Operasi Darurat Selesai

Ubaidillah • Sabtu, 15 November 2025 | 12:47 WIB
Warga melihat lokasi terdampak tanah longsor hingga menimbun rumah warga di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (14/11/2025). (antara)
Warga melihat lokasi terdampak tanah longsor hingga menimbun rumah warga di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (14/11/2025). (antara)

Radarbangkalan.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa relokasi akan segera dilakukan untuk 28 keluarga yang tinggal di kawasan rawan longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Relokasi tersebut akan dilaksanakan setelah seluruh operasi penanganan darurat bencana dinyatakan selesai.

Baca Juga: Kemensos Kirim Bantuan dan Siapkan Santunan untuk Korban Longsor Cilacap: 3 Meninggal, 20 Masih Dicari

Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat, menyampaikan bahwa langkah relokasi ini sangat diperlukan mengingat kondisi kontur wilayah yang masih labil dan berpotensi menimbulkan longsor susulan.

“Pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi relokasinya,” kata Suharyanto.

BNPB mengonfirmasi bahwa operasi pencarian dan pertolongan masih terus berlangsung. Curah hujan yang tinggi dan berdurasi panjang menyebabkan struktur tanah wilayah perbukitan di Majenang menjadi labil hingga menimbun rumah-rumah warga di sekitarnya.

Laporan sementara dari posko operasi di Cilacap menyebutkan bahwa sebanyak 20 orang masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsoran di Dusun Cibaduyut, Cibeunying, dan Tarukahan. Sementara itu, tiga korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sekitar 200 personel gabungan dikerahkan dalam operasi pencarian, terdiri dari Basarnas, BPBD, Tagana, PMI, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat.

Baca Juga: Kemensos Kirim Bantuan dan Siapkan Santunan untuk Korban Longsor Cilacap: 3 Meninggal, 20 Masih Dicari

“Kami juga mendatangkan alat berat, pompa alkon, dan memastikan kebutuhan dasar warga di sekitar lokasi terpenuhi,” lanjut Suharyanto.

BNPB juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu mengosongkan area longsor dari segala jenis aktivitas demi keselamatan bersama.

Suharyanto menegaskan bahwa relokasi menjadi langkah penting untuk menjamin keselamatan jangka panjang warga yang tinggal di area berisiko tinggi sekaligus mengurangi potensi bencana serupa di masa mendatang.

Baca Juga: RedMagic 11 Pro Resmi Lolos TKDN, HP Gaming Liquid Cooling Pertama di Dunia Segera Rilis di Indonesia

Editor : Ubaidillah
#kabupaten cilacap #tanah lonsor #bnpb #cuaca ekstrem #LONSOR CILACAP