Radarbangkalan.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa pemerintah akan melakukan penataan ulang strategi penyaluran subsidi dalam dua tahun mendatang.
Langkah ini ditempuh untuk memastikan subsidi total sebesar Rp498,8 triliun benar-benar tepat sasaran dan tidak lagi dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu.
Baca Juga: Desa Sekumur Hilang Diterjang Banjir Bandang Aceh Tamiang, Hanya Masjid yang Tersisa
Menurut Purbaya, hasil evaluasi pemerintah menunjukkan bahwa masih terdapat kelompok masyarakat kaya hingga super kaya yang ikut menerima subsidi.
"Jadi kita lihat masih ada orang yang relatif kaya atau kaya, super kaya kalau di Indonesia mungkin, yang masih mendapat subsidi. Nanti ke depan akan kita lihat gimana perbaikannya," kata Purbaya kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (4/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa proses perbaikan skema subsidi akan melibatkan Kementerian Keuangan, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, serta sejumlah BUMN yang bergerak di sektor energi dan transportasi. Pemerintah menargetkan adanya desain ulang strategi subsidi dalam dua tahun ke depan.
Baca Juga: Presiden Prabowo Terbang ke Aceh, Pastikan Penanganan Banjir Jadi Prioritas Nasional
"Untuk kelompok yang sangat kaya, misalnya desil 8, 9, 10, subsidi akan dikurangi secara signifikan. Jika perlu, dana tersebut akan dialihkan ke desil 1, 2, 3, 4 yang lebih miskin,” urainya.
Purbaya juga menyoroti sejumlah kendala dalam desain penyaluran subsidi saat ini, yang menyebabkan ketidaktepatan sasaran.
"Jadi kita analisa dan kita lihat-lihat, ternyata ada beberapa kendala dalam penyaluran subsidi. Desain subsidinya juga ada yang bermasalah," terangnya.
Baca Juga: Viral! Mobil Panther di Aceh Tetap Menyala Setelah 10 Jam Terendam Banjir
Editor : Ubaidillah