News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Aceh Tamiang Disebut Kota Zombie? Ini Tanggapan Bupati Armia Fahmi

Ubaidillah • Selasa, 9 Desember 2025 | 13:19 WIB
Foto menunjukkan seorang perempuan berlumuran lumpur berdiri di jalanan berlumpur setelah banjir di Aceh Tamiang pada 6 Desember 2025. (YT HARIONO/AFP)
Foto menunjukkan seorang perempuan berlumuran lumpur berdiri di jalanan berlumpur setelah banjir di Aceh Tamiang pada 6 Desember 2025. (YT HARIONO/AFP)

Radarbangkalan.id - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang menimbulkan kondisi yang tidak biasa.

Jalan yang biasanya ramai berubah menjadi lautan lumpur, rumah-rumah tampak kosong, dan aktivitas warga seakan terhenti.

Situasi ini membuat sebagian orang menyebut Aceh Tamiang sebagai ‘kota zombie’, sebuah metafora yang menggambarkan wilayah yang kehilangan kehidupan akibat dampak banjir dan penanganan pascabencana yang dinilai belum maksimal.

Baca Juga: Kisah Pilu Penyintas Banjir Aceh Tamiang: “Seperti Kota Zombie” Tanpa Bantuan Selama Sembilan Hari

Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (Purn) Armia Fahmi membantah anggapan tersebut. Ia menegaskan bahwa penanganan pascabencana terus berjalan, termasuk distribusi bantuan kepada para korban.

"Kalau ada isu-isu informasi katanya ini kota zombie, itu ada segelintir orang yang mencoba-coba memperkeruh suasana. semuanya tidak ada itu. semuanya sudah terlayani," kata Armia Fahmi. Dikutip dari SCTV, Senin (8/12/2025).

Armia Fahmi mengakui bahwa bantuan belum sepenuhnya terdistribusi merata kepada seluruh korban banjir.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia memerintahkan pejabat kecamatan dan desa untuk segera mendirikan posko penampungan.

Baca Juga: Fakta Baru Kasus WO Ayu Puspita: Bayar Lunas Puluhan Juta, Layanan Resepsi Tak Disediakan

"Memang mungkin dalam tahapan pemberian logistik itu, ada mungkin masyarakat yang belum mendapatkan itu. Saya sudah sampaikan, kalau orang-orang kesulitan kita memberikan bantuan," ujarnya.

Ia juga menginstruksikan para pejabat desa agar lebih aktif menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak.

"Kita sudah punya 200 sampai 300 kepala desa yang sudah kita perintahkan untuk membangun posko-posko penampungan.

Camat juga kami dorong juga untuk mengambil logistik untuk mengirim ke desa-desa yang menjadi wewenangnnya untuk bisa mereka berikan bantuan. SOP ini sudah berjalan," tuturnya.

Baca Juga: Profil Lengkap Tasya Allesia: Finalis DA7 Berusia 15 Tahun yang Raih D’Sultan

Editor : Ubaidillah
#banjir #banjir bandang #sorot #aceh #Trending Terkini #aceh tamiang