Radarbangkalan.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan kebingungan saat ditanya awak media mengenai izin pengiriman baju ilegal untuk masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Ia menegaskan bahwa tidak pernah ada kebijakan pemerintah yang melegalkan distribusi pakaian ilegal, termasuk bal pres, untuk alasan apa pun.
Baca Juga: Viral Penjual Mie Babi di Bandung Pakai Peci dan Hijab, Ini Fakta di Lapangan
Saat ditemui usai Peresmian Alat Pemindai Peti Kemas dan Peluncuran Aplikasi Kepabeanan Trade AI di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (12/12), Purbaya justru mempertanyakan pihak yang pertama kali melempar wacana tersebut ke publik.
“Siapa yang bilang? Menterinya gua, dia bukan menteri,” tegas Purbaya di hadapan wartawan.
Ia juga terlihat menegur langsung anak buahnya setelah beradu pandang, sembari mengingatkan agar tidak menyampaikan pernyataan yang tidak sesuai kebijakan resmi pemerintah.
“Lo jangan kasih pernyataan aneh-aneh, lo (ke awak media),” kata Purbaya dengan nada meninggi.
“Siap pak,” jawab sang anak buah singkat.
Purbaya kemudian kembali menekankan bahwa baju bal pres, meskipun masih dalam kondisi baru, tetap termasuk barang ilegal menurut aturan yang berlaku. Ia memastikan tidak pernah ada izin formal untuk mengirimkan pakaian ilegal ke lokasi bencana.
Baca Juga: Isu Perselingkuhan Jule dan Yuka Mencuat, Sahabat Sendiri Bongkar Bukti
“Itu kan illegal. Paling nggak, secara formal nggak ada kebijakan ke arah sana, even dari presiden pun saya pernah diskusi. Dia bilang jangan dulu. Sampai sekarang sih belum ada,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa membuka celah pengiriman baju ilegal atas dasar kemanusiaan justru berisiko besar. Menurutnya, hal tersebut dapat memicu masuknya lebih banyak bal pres ilegal ke Indonesia dengan dalih bantuan bencana.
“Jangan sampai nanti gara-gara itu, banyak lagi balpres masuk dengan alasan ‘kan bagus buat itu bencana’,” ujarnya.
Baca Juga: Selebgram Malaysia Tuding Jule Rebut Kekasih, Video Pengakuan Jadi Sorotan
Sebagai solusi, Purbaya menegaskan pemerintah lebih memilih menggunakan produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan bantuan fisik bagi korban bencana. Ia bahkan menyatakan kesiapan pemerintah untuk mengalokasikan anggaran demi membeli pakaian baru hasil produksi lokal.
Baca Juga: Selebgram Malaysia Tuding Jule Rebut Kekasih, Video Pengakuan Jadi Sorotan
“Lebih baik kita beli barang-barang dalam negeri, produk UMKM, dikirim ke bencana yang baru. Saya lebih baik ngeluarin uang ke situ, kalau terpaksa. Dibanding pakai barang-barang balpres itu,” tutup Purbaya.
Editor : Ubaidillah