News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Bandara Adisutjipto Pastikan Keberangkatan Pesawat ATR yang Hilang Kontak Sudah Sesuai Prosedur

Ubaidillah • Minggu, 18 Januari 2026 | 05:31 WIB
Pesawat jenis ATR 42-500. Shutterstock
Pesawat jenis ATR 42-500. Shutterstock

Radarbangkalan.id - Manajemen Bandara Adisutjipto Yogyakarta memastikan keberangkatan pesawat jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak di sekitar Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Baca Juga: Pesawat ATR IAT Hilang Kontak di Maros, 400 Personel SAR Dikerahkan

General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi, menyampaikan bahwa seluruh tahapan keberangkatan pesawat telah dijalankan sesuai standar operasional bandara.

“Sudah kita lakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di bandara. Mulai dari proses di ruang tunggu hingga boarding menuju Makassar,” ujar Wibowo di Yogyakarta, dikutip dari Antara.

Proses Keberangkatan Sesuai Standar Keamanan

Wibowo menjelaskan, pesawat ATR 42-500 PK-THT lepas landas dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada pukul 08.08 WIB dengan tujuan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

Baca Juga: Pendaftaran SIPSS Polri 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Daftar Jurusan Lengkap

Menurutnya, seluruh tahapan pemeriksaan keamanan telah dilaksanakan, termasuk pemeriksaan di Security Check Point (SCP) dan pemindaian X-ray.

“Semua prosedur dari keberangkatan sampai pemeriksaan di X-ray, di Security Check Point, sudah kita lakukan sesuai ketentuan,” kata Wibowo.

Baca Juga: BPOM Temukan 26 Produk Kosmetik Berbahaya, Mengandung Merkuri hingga Hidrokuinon

Pesawat tersebut diketahui mengangkut tujuh kru dan tiga penumpang. “Kru berjumlah tujuh orang dan penumpang tiga orang,” ujarnya.

Pesawat Dalam Tahap Pencarian

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan menerima laporan hilangnya pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT pada Sabtu, 17 Januari 2026.

Pesawat buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611 itu diterbangkan dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, dengan Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

Baca Juga: Hasil Piala Asia U-23 2026: Vietnam Singkirkan UEA, Jepang Menang Adu Penalti

Hingga kini, pesawat tersebut masih dalam tahap pencarian. Lokasi pencarian difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, yang juga dijadikan sebagai Posko Basarnas.

Operasi pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui pengerahan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas.

Baca Juga: Penumpang Diduga Lakukan Aksi Tak Senonoh di Bus Transjakarta, Diserahkan ke Polisi

AirNav Indonesia juga menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan atau search and rescue.

Editor : Ubaidillah
#pesawat hilang #maros #adisutjipto #pesawat