News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ganjar - Mahfud Berduka Saat Mengetahui Seorang Relawannya Meninggal Dunia Akibat Dikeroyok

Ubaidillah • Minggu, 31 Desember 2023 | 13:58 WIB
Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menghadiri acara sarasehan nasional Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta.(dok. TPN Ganjar-Mahfud)
Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menghadiri acara sarasehan nasional Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), di Gedung Serbaguna Senayan, Jakarta.(dok. TPN Ganjar-Mahfud)

RadarBangkalan.id - Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo, menyatakan kesedihannya atas meninggalnya seorang relawannya dari Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, yang diduga menjadi korban kekerasan oleh sejumlah orang. Muhandi Mawanto, seorang Relawan Pejuang Demokrasi (Repdem), dikabarkan tewas setelah dikeroyok oleh sekelompok massa.

Ganjar Pranowo, yang merupakan mantan Gubernur Jawa Tengah, mengungkapkan rasa dukanya dalam sebuah acara konsolidasi '45 Hari Menuju Kemenangan Ganjar-Mahfud' di Djakarta Theater, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, pada Sabtu (30/12). Ia menegaskan bahwa pihaknya telah meminta Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud untuk segera menangani kasus ini.

Maka kami minta tim pemenangan (TPN Ganjar-Mahfud) untuk segera urus, dan sekarang tim hukum sedang mendalami soal itu, tegas Ganjar Pranowo.

Sementara itu, Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Md. Todung Mulya Lubis, memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kejadian tragis tersebut. Menurut Todung, satu orang relawan meninggal dunia dan empat orang lainnya mengalami luka berat akibat tindakan kekerasan yang sangat tidak dapat diterima. Informasi yang diterima tim berasal dari Klaten dan Boyolali.

Todung menjelaskan bahwa relawan yang meninggal berasal dari Klaten dan diduga tewas akibat pengeroyokan. Yang meninggal dunia ini adalah relawan pendukung Ganjar-Mahfud yang diduga mengalami kekerasan dan brutalitas oleh oknum pasangan calon yang lain, ucap Todung.

Empat korban lainnya dilaporkan mengalami luka-luka karena dianiaya, sehingga Todung mendesak aparat untuk segera mengambil tindakan. Kalau itu benar, kami ingin minta ke Panglima TNI untuk mengambil tindakan tegas dan mempertanggungjawabkan secara hukum mereka yang melakukan tindakan kekerasan ini, tegas Todung.

Todung menekankan bahwa tindakan kekerasan dalam konteks politik tidak dapat dibenarkan, karena masyarakat berharap agar pemilu berjalan dengan damai, tertib, dan sesuai aturan. Hal ini dianggap sebagai pelanggaran hukum yang jelas, dan Todung meminta agar semua kontestan Pemilu 2024 menghormati hukum dan aturan yang berlaku.

Pihaknya juga meminta agar Kepolisian dan TNI melakukan investigasi lebih lanjut terkait insiden ini. Kami ingin minta investigasi kepada Kepolisian dan TNI, karena kami sangat prihatin dan sangat sedih dan tidak bisa membayangkan. Apakah kita akan punya pemilu dan pilpres yang damai kalau keadaan semacam ini terus berlanjut apalagi bereskalasi? Jadi ini tidak bisa dibiarkan, pungkas Todung.

Editor : Ubaidillah
#ganjar pranowo #TPN #Ganjar-Mahfud