RadarBangkalan.id - Ikan adalah salah satu kelompok hewan yang memiliki keanekaragaman yang luar biasa.
Ada berbagai macam bentuk, ukuran, warna, dan perilaku ikan yang hidup di berbagai habitat air, baik tawar maupun laut.
Salah satu pertanyaan yang sering muncul tentang ikan adalah apakah ikan bisa melihat dalam gelap?
Jawabannya ternyata tidak begitu sederhana, karena tergantung pada jenis ikan dan kedalaman tempat mereka hidup.
Secara umum, ikan memiliki dua jenis sel fotoreseptor di retina mata mereka, yaitu sel batang dan sel kerucut.
Sel batang berfungsi untuk melihat dalam cahaya redup, sedangkan sel kerucut berfungsi untuk melihat warna dalam cahaya terang.
Ikan yang hidup di permukaan atau dekat permukaan air, seperti ikan mas, ikan guppy, atau ikan koi, biasanya memiliki lebih banyak sel kerucut daripada sel batang.
Hal ini karena mereka hidup di lingkungan yang terkena banyak cahaya matahari, sehingga mereka membutuhkan kemampuan untuk membedakan warna dan pola.
Ikan-ikan ini biasanya tidak bisa melihat dalam gelap, karena mereka tidak memiliki cukup sel batang untuk menangkap cahaya yang sangat redup.
Namun, ikan yang hidup di kedalaman laut, seperti ikan hiu, ikan paus, atau ikan angler, biasanya memiliki lebih banyak sel batang daripada sel kerucut.
Hal ini karena mereka hidup di lingkungan yang sangat gelap, sehingga mereka membutuhkan kemampuan untuk melihat bentuk dan gerakan.
Ikan-ikan ini biasanya bisa melihat dalam gelap, karena mereka memiliki sel batang yang sangat sensitif terhadap cahaya.
Tetapi, ada juga ikan yang memiliki adaptasi khusus untuk melihat dalam gelap, yang tidak dimiliki oleh ikan lain.
Misalnya, ikan laut dalam yang hidup di kedalaman lebih dari 1.500 meter dari permukaan, seperti ikan lantern, ikan dragon, atau ikan hatchet.
Ikan-ikan ini memiliki penglihatan yang tajam untuk berkembang dalam lingkungan yang sangat gelap dan ini berkat adaptasi genetika yang unik.
Peneliti menemukan bahwa ikan-ikan ini memiliki banyak salinan gen yang mengendalikan rhodopsin, yaitu pigmen yang bereaksi terhadap panjang gelombang cahaya tertentu.
Rhodopsin memungkinkan ikan-ikan ini menggunakan sel batang untuk mendeteksi warna. Hal ini sangat luar biasa, karena di antara vertebrata lainnya, hanya ikan laut dalam yang mampu melakukan hal ini.
Memiliki kemampuan untuk melihat warna dalam gelap memiliki keuntungan tersendiri bagi ikan-ikan ini ketika mereka mencari makan dan pasangan.
Mereka juga dapat menghindar dari pemangsa lainnya di laut dalam yang juga menjadi habitat terbesar di dunia ini.
"Mereka dapat melihat warna secara jelas dengan sel batang. Hal tersebut sangat unik karena di antara vertebrata lainnya, hanya ikan laut dalam yang mampu melakukan hal tersebut," ujar Ahli Biologi Universitas Charles, Zuzana Musilova.
Selain itu, ada juga ikan yang memiliki kemampuan untuk melihat sinar inframerah, yaitu cahaya yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia.
Misalnya, ikan yang hidup di air keruh, seperti ikan lele, ikan gabus, atau ikan nila. Ikan-ikan ini dapat mengaktifkan enzim di mata mereka yang meningkatkan kemampuan mereka untuk melihat sinar inframerah, yang dapat mempertajam penglihatan mereka di tempat kotor dan berlumpur.
Vitamin A merupakan komponen penting dari pigmen penglihatan. Ikan-ikan ini dapat mengubah vitamin A menjadi bentuk yang berbeda, yang sesuai dengan panjang gelombang cahaya yang ada di lingkungan mereka.
Hal ini memungkinkan ikan-ikan ini untuk melihat lebih baik di air keruh, yang biasanya memiliki lebih banyak sinar inframerah daripada cahaya tampak.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ikan memiliki kemampuan penglihatan yang berbeda-beda, tergantung pada jenis dan habitatnya.
Ada ikan yang tidak bisa melihat dalam gelap, ada ikan yang bisa melihat dalam gelap, ada ikan yang bisa melihat warna dalam gelap, dan ada ikan yang bisa melihat sinar inframerah.
Ikan adalah hewan yang luar biasa, yang memiliki adaptasi yang menakjubkan untuk bertahan hidup di berbagai kondisi air. ***
Editor : Azril Arham