News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tren Penurunan Saham Tesla: Implikasi dari Krisis di Laut Merah hingga Kebijakan Pemotongan Harga

Ubaidillah • Minggu, 14 Januari 2024 | 15:50 WIB
Tren Penurunan Saham Tesla: Implikasi dari Krisis di Laut Merah hingga Kebijakan Pemotongan Harga. (Ilustrasi : freepik/rawpixel.com)
Tren Penurunan Saham Tesla: Implikasi dari Krisis di Laut Merah hingga Kebijakan Pemotongan Harga. (Ilustrasi : freepik/rawpixel.com)

RadarBangkalan.id - Saham Tesla mengalami penurunan lebih dari 3 persen pada perdagangan Jumat, 12 Januari 2024. Penurunan saham ini dipengaruhi oleh berbagai sentimen, mulai dari krisis di Laut Merah hingga kebijakan pemotongan harga yang diambil oleh perusahaan.

Harga saham Tesla mengalami penurunan sebesar 3,67 persen, mencapai posisi USD 218,89. Saham Tesla telah bergerak dalam kisaran antara level tertinggi USD 225,34 dan terendah USD 217,15. Kapitalisasi pasar saham Tesla saat ini mencapai USD 685,89 miliar.

Baca Juga : Empat korban Carok Massal di Tanjung Bumi dibawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan, Proses Autopsi Dikawal Ketat Polisi

Meskipun harga saham Tesla mengalami penurunan, Elon Musk, CEO Tesla, masih memegang posisi sebagai orang terkaya di dunia menurut peringkat Forbes dengan kekayaan mencapai USD 230,2 miliar.

Baca Juga : Prabowo Tanggapi Komentar Anies yang Beri Nilai 11 dari 100, Tegaskan Fokus pada Penilaian Masyarakat

Seperti dilansir oleh CNBC pada Minggu (14/1/2024), penurunan saham Tesla terjadi akibat tekanan dari penundaan rantai pasokan yang disebabkan oleh krisis di Laut Merah. Selain itu, sentimen negatif juga muncul setelah adanya penawaran lebih lanjut untuk melakukan pemotongan harga kendaraan di China.

Baca Juga : Terancam 4 Tahun Penjara, Inilah Sosok Pengancam Anies Baswedan saat Live Tiktok Yang Viral

Di Amerika Serikat, biaya tenaga kerja yang meningkat dan keputusan perusahaan rental mobil Hertz untuk menjual sebagian besar armada kendaraan listriknya juga memberikan tekanan tambahan bagi Tesla.

Berita dari Reuters melaporkan bahwa Tesla berencana untuk menangguhkan sebagian besar produksi di pabriknya di Grunheide, Jerman, mulai 29 Januari hingga 11 Februari 2024. Keputusan ini diambil sebagai tanggapan terhadap konflik di Laut Merah yang telah mengganggu perdagangan global. Milisi Houthi yang didukung oleh Iran telah melancarkan serangan terhadap kapal kargo dan kapal dagang di Laut Merah sebagai respons terhadap perang di Jalur Gaza.

Baca Juga : Pengungkapan Jaringan Pencurian Kendaraan di Gudang TNI Polda Metro Jaya Koordinasi dengan Polisi Timor Leste

Tesla menjelaskan kepada Reuters, "Waktu transportasi yang jauh lebih lama menciptakan kesenjangan dalam rantai pasokan." Analis dari Baird memperkirakan bahwa Tesla mungkin akan memproduksi antara 5.000 hingga 7.000 kendaraan per minggu di pabrik Jerman, yang berpotensi meningkatkan pengiriman sebanyak 10.000 hingga 14.000 pada kuartal pertama.

Baird juga memperingatkan tentang dampak lebih lanjut terhadap rantai pasokan Tesla dan memantau secara cermat dampak apapun terhadap rute pengiriman perusahaan dari China. Meskipun tidak ada penundaan yang disebutkan, spekulasi muncul bahwa gangguan di Laut Merah dapat menyebabkan waktu tunggu yang lebih lama karena pengalihan rantai pasokan.

Baca Juga : Carok Massal di Tanjung Bumi Bangkalan Madura, Empat Warga Tewas Seketika, Diduga Masalah Perebutan Lahan

Selain itu, pemotongan harga kendaraan Tesla yang berkelanjutan, termasuk diskon baru di China, juga menjadi sorotan analis. Morgan Stanley mencatat bahwa kendaraan Model 3 dan Model Y baru mendapatkan pemotongan harga, meskipun pemangkasan tersebut lebih moderat dari perkiraan pasar.

Baca Juga : Polres Bangkalan Selidiki Motif Insiden Carok Massal yang Menewaskan Empat Orang di Tanjung Bumi

Pemotongan harga selama setahun terakhir telah mempengaruhi kemampuan Tesla untuk terus menjual kendaraan listrik dalam jumlah besar kepada perusahaan penyewaan mobil, termasuk Sixt dan Hertz. CEO Hertz, Stephen Scherr, mengungkapkan bahwa perusahaannya telah mengeluarkan 20.000 kendaraan listrik dari armadanya, yang sebagian besar terdiri dari kendaraan Tesla. Hertz berupaya menyesuaikan pasokan dengan permintaan dan mengatasi masalah biaya terkait dengan kendaraan listrik.

Baca Juga : Prabowo Tanggapi Komentar Anies yang Beri Nilai 11 dari 100, Tegaskan Fokus pada Penilaian Masyarakat

Sementara itu, di Eropa, bisnis dan reputasi Tesla masih berada di bawah tekanan karena adanya pemogokan buruh di Swedia dan Skandinavia. Di Amerika Serikat, Tesla memberlakukan kenaikan gaji untuk pekerjanya sebagai upaya untuk mencegah keinginan pekerja untuk berserikat, langkah ini diambil setelah kemenangan United Auto Workers pada 2023 terhadap pesaing Tesla di Detroit.

Elon Musk dan perusahaan Tesla juga menjadi perbincangan di forum langsung di X, sebelumnya Twitter. Meskipun fokus utama pembicaraan adalah visi Musk untuk perusahaan, keduanya juga membahas topik seperti kecerdasan buatan, pandangan Musk terhadap dana indeks, dan Bitcoin.

Baca Juga : Pengancam Anies Baswedan Tertangkap, Polda Kaltim Masih Buru Satu Lagi Akun yang Ancam Tembak Anies Baswedan

Cathie Wood, pemilik Ark Invest, telah membuat taruhan besar pada Tesla Inc. dengan membeli 111.000 saham pada bulan Desember 2023. Meskipun mengakui minat terhadap ETF bitcoin, Wood tidak terlalu fokus pada kripto. Pada saat yang sama, Wood bersiap untuk meluncurkan ETF bitcoin spot pertama, dengan proyeksi pasar Bitcoin mencapai USD 20 triliun dan Ethereum mencapai USD 5 triliun pada tahun 2030.

Sebagai informasi tambahan, liputan ini bukanlah rekomendasi investasi, dan pembaca dihimbau untuk melakukan riset dan analisis sebelum mengambil keputusan investasi. radarbangkalan.jawapos.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi pembaca.

Editor : Ubaidillah
#Laut Merah #saham #tesla