News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kisah Pilu Pulau Madura: Bangkalan Terparah, Masjid Tenggelam

Raditya Mubdi • Rabu, 13 Maret 2024 | 23:48 WIB
Banjir Bangkalan Bagian Timur Menyebabkan Jalan Nasional Terputus dan Ternak beserta Warga Masuk Masjid. (Kolase RadarBangkalan.id)
Banjir Bangkalan Bagian Timur Menyebabkan Jalan Nasional Terputus dan Ternak beserta Warga Masuk Masjid. (Kolase RadarBangkalan.id)

RadarBangkalan.id - Sebuah tragedi alam menghantam Pulau Madura, menciptakan pemandangan pilu di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.

Deretan kabupaten ini terendam air akibat hujan deras yang tak hentinya mengguyur sejak Senin (11/3). Suatu keadaan darurat memuncak, mengakibatkan keprihatinan mendalam di sejumlah wilayah.

Banjir Merenggut Keberlanjutan Hidup

Puncak keterpurukan terjadi di empat desa Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, yang kini tenggelam oleh air banjir.

Situasi semakin genting di Sampang, di mana Kecamatan Jrengik menjadi salah satu titik paling terpukul.

Lebih menyedihkan lagi, akses jalan nasional yang menghubungkan Kabupaten Sampang dengan Kabupaten Bangkalan lumpuh total, tertutup oleh genangan banjir yang tak kenal ampun.

Di Pamekasan, petaka berlanjut dengan derasnya arus air melanda Jalan Trunojoyo dan mengancam pemukiman warga di Desa Patemon.

Koordinator Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan,

Budi Cahyono, menggambarkan situasi pilu, "Malam ini banjir mulai masuk perkampungan warga di Desa Patemon." Evakuasi pun menjadi keharusan mendesak untuk menyelamatkan nyawa.

Terjebak di Antara Kiriman Sungai

Banjir di Pamekasan bukan semata-mata karena hujan lokal, melainkan akibat luapan Sungai Kalisemajid dan Sungai Kalikloang.

Petugas berusaha menjelajahi genangan banjir, berani terjun ke air untuk memulai proses evakuasi warga yang terperangkap.

"Proses evakuasi terhadap korban banjir terus berlanjut hingga malam ini," ungkap Wakapolres Bangkalan, Kompol Andi Febrianto, menjelaskan upaya penyelamatan yang dilakukan.

Bangkalan, Terparah di Antara Kabupaten Lain

Dari semua kabupaten yang terdampak, Bangkalan menjadi yang terparah. Rekaman video yang tersebar menunjukkan betapa parahnya situasi, ketika air banjir merendam sebuah masjid.

Tak hanya itu, sejumlah warga terlihat mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, menjauh dari terjangan banjir yang membawa kehancuran.

Baca Juga: Tiket Kereta Mudik Lebaran Ludes Terjual, Penjualan Tembus Lebih Dari 1,29 Juta

Respons Tanggap Darurat dan Dukungan Terus Mengalir

Pihak berwenang dan relawan berupaya bekerja sama untuk memberikan bantuan dan dukungan kepada korban banjir.

Meskipun tantangan besar, kerja sama antarinstansi menjadi kunci dalam mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh bencana ini.

Koordinasi dan kecepatan tanggap darurat diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif.

Masyarakat sekitar juga diminta untuk tetap waspada dan aktif mendukung upaya penanggulangan bencana yang tengah dilakukan.

Solidaritas dan gotong royong menjadi pilar utama dalam menghadapi ujian berat ini. Semoga dengan usaha bersama, Pulau Madura dapat bangkit kembali dan pemulihan dapat dimulai untuk membawa harapan baru bagi yang terdampak.***

BERKARISMA: Habib Syarief bin Husein Aljunied berada di Musala Bani Salim, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, Selasa (12/3). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
BERKARISMA: Habib Syarief bin Husein Aljunied berada di Musala Bani Salim, Desa Waru Barat, Kecamatan Waru, Pamekasan, Selasa (12/3). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
KOMPAK: Habib Syarief bin Husein Aljunied berfoto bersama tokoh dan anggota majelis di Musala Bani Salim Selasa (12/3). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
KOMPAK: Habib Syarief bin Husein Aljunied berfoto bersama tokoh dan anggota majelis di Musala Bani Salim Selasa (12/3). (MOH. IQBAL AFGANI/JPRM)
Editor : Raditya Mubdi
#madura #bangkalan #Banjir Madura #bencana