Radarbangkalan.id - Pasar kripto kembali dihebohkan dengan penurunan drastis harga Bitcoin.
Setelah sempat mengalami kenaikan signifikan, aset digital terbesar ini kembali menunjukkan sifat volatilitasnya yang tinggi.
Anjloknya harga Bitcoin hingga di bawah level USD 50.000 tentu saja memicu kekhawatiran bagi para investor.
Beberapa faktor utama diyakini menjadi penyebab utama penurunan harga Bitcoin kali ini:
Baca Juga: 5 Ide Kreatif untuk Meriahkan HUT RI ke-79 dengan Bahan Bekas
- Laporan Non-farm Payrolls AS: Data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan telah memicu kekhawatiran akan perlambatan ekonomi global.
Hal ini mendorong investor untuk mencari aset yang lebih aman, sehingga menekan harga Bitcoin. - Ketegangan Geopolitik: Eskalasi ketegangan geopolitik, terutama di Timur Tengah, juga turut mempengaruhi sentimen pasar.
Investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi seperti kripto saat situasi global menjadi tidak pasti. - Profit Taking: Setelah mengalami kenaikan yang cukup panjang, banyak investor yang memilih untuk mengambil keuntungan (profit taking) dengan menjual sebagian atau seluruh aset kripto mereka. Hal ini dapat memperparah tekanan jual di pasar.
- Regulasi yang Tidak Jelas: Ketidakpastian terkait regulasi kripto di berbagai negara juga menjadi faktor yang terus menghantui pasar. Investor cenderung menghindari aset yang dianggap memiliki risiko regulasi yang tinggi.
Penurunan harga Bitcoin tidak hanya berdampak pada aset digital ini saja, tetapi juga menarik aset kripto lainnya.
Ethereum, misalnya, juga mengalami penurunan yang signifikan, selain itu perusahaan-perusahaan yang terkait dengan industri kripto, seperti Coinbase dan MicroStrategy, juga mengalami tekanan yang cukup besar.
Dari perspektif analisis teknis, Bitcoin saat ini berada di bawah tekanan jual yang kuat, indikator-indikator teknis seperti Moving Average Convergence Divergence (MACD) dan Relative Strength Index (RSI) menunjukkan sinyal bearish.
Namun, level support di sekitar USD 48.000 dapat menjadi titik tumpu bagi Bitcoin untuk melakukan pemulihan.
Baca Juga: Berantas Perjudian Daring, OJK Blokir Ribuan Rekening yang Terindikasi Judi Online
Sulit untuk memprediksi dengan pasti arah pergerakan harga Bitcoin ke depannya, namun beberapa analis berpendapat bahwa jangka panjang, Bitcoin masih memiliki potensi untuk tumbuh.
Hal ini didorong oleh semakin meningkatnya adopsi teknologi blockchain dan meningkatnya minat institusi terhadap aset kripto. ***