News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tips Efektif Cegah DBD di Musim Hujan: Vaksinasi dan Langkah Pencegahan dari Kemenkes

Azril Arham • Senin, 11 November 2024 | 15:34 WIB
Ilustrasi Nyamuk Demam Berdarah
Ilustrasi Nyamuk Demam Berdarah

RadarBangkalan.id - Memasuki musim hujan, kewaspadaan terhadap penyakit menular seperti demam berdarah dengue (DBD) sangat penting.

Penyakit ini cenderung meningkat saat hujan karena kondisi yang mendukung berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun telah memberikan imbauan untuk menangani masalah ini secara serius.

Agus Handito, Tim Kerja Arbovirosis Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, mengungkapkan bahwa DBD masih menjadi masalah kesehatan utama.

Meskipun berbagai upaya pencegahan sudah dilakukan, termasuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN), kasus DBD tetap fluktuatif setiap tahunnya.

"Saat ini, prevalensi dengue di Indonesia masih menjadi tantangan serius. Meski berbagai upaya sudah dilakukan, terutama dalam PSN, angka kasus tetap tidak stabil," ungkap Agus dalam gelar wicara 'Lindungi Keluarga dari Ancaman DBD', Sabtu (9/11/2024).

Hingga minggu ke-42 tahun 2024, Kemenkes mencatatkan 203.921 kasus dengue di 482 kabupaten/kota dari 36 provinsi.

Sayangnya, sebanyak 1.210 orang dilaporkan meninggal akibat DBD di 258 kabupaten/kota di 32 provinsi.

Kondisi ini tentu mengkhawatirkan, mengingat DBD bisa menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Untuk menekan angka kematian akibat DBD, Kemenkes mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi DBD dosis lengkap, dengan target Indonesia bebas kematian akibat DBD (Zero Dengue Death) pada tahun 2030.

Saat ini, sudah ada dua jenis vaksin dengue yang telah mendapatkan izin edar dari BPOM, dan vaksin ini tersedia dengan skema berbayar.

Siapa yang Bisa Mendapatkan Vaksin DBD?

Prof Dr dr Soedjatmiko, SpA(K), anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjelaskan bahwa vaksin DBD bisa diberikan kepada anak-anak usia 5 tahun ke atas hingga orang dewasa usia 45 tahun, bahkan bagi mereka yang pernah terinfeksi DBD sebelumnya.

Menurutnya, meskipun seseorang sudah pernah terkena DBD, vaksin tetap perlu diberikan karena virus dengue memiliki empat tipe yang berbeda.

“Jadi, meskipun sudah pernah terkena dengue, tetap perlu divaksinasi. Kita tidak tahu jenis virus apa yang akan menyerang lagi, karena untuk pemeriksaannya cukup sulit dan mahal,” kata Prof Soedjatmiko.

Vaksinasi DBD dilakukan dua kali, dengan jeda sekitar tiga bulan setelah sembuh dari infeksi DBD.

Mengapa Anak-anak Lebih Rentan?

Walaupun DBD bisa menyerang semua usia, data menunjukkan bahwa hampir setengah dari kematian akibat DBD terjadi pada anak-anak berusia 5 hingga 14 tahun. Menurut Prof Soedjatmiko, ada dua alasan utama mengapa anak-anak lebih rentan.

Pertama, sistem kekebalan tubuh anak-anak belum cukup kuat untuk melawan infeksi DBD. Kedua, anak-anak sering terpapar gigitan nyamuk Aedes aegypti di sekolah, terutama saat bermain atau berkumpul di siang hari.

Untuk itu, selain vaksinasi, penting bagi orang tua dan masyarakat untuk terus melakukan pemberantasan sarang nyamuk agar anak-anak terhindar dari penyakit ini.

Apa yang Bisa Dilakukan?

- Pastikan lingkungan rumah bebas dari tempat berkembang biaknya nyamuk, seperti genangan air di wadah-wadah yang tidak terpakai.
- Lakukan vaksinasi DBD bagi anak-anak di atas 5 tahun dan orang dewasa hingga usia 45 tahun.
- Selalu gunakan lotion anti-nyamuk atau kelambu untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk, terutama di pagi dan siang hari.

Dengan langkah pencegahan yang tepat, kita bisa mengurangi risiko penularan DBD, terutama di musim hujan ini.

Ayo, lindungi diri dan keluarga dengan vaksinasi dan menjaga kebersihan lingkungan! ***

Editor : Azril Arham
#dbd #kemenkes #demam berdarah #vaksin dbd #pencegahan DBD #kesehatan