Radarbangkalan.id - Pemerintah Korea Selatan hingga saat ini belum bisa memastikan penyebab pasti kecelakaan pesawat Jeju Air yang jatuh di Bandara Internasional Muan pada Minggu (29/12/2024).
Namun, Direktur Kebijakan Penerbangan di Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi,
Baca Juga: Janii Kembalikan Uang Pinjaman, Fico Fachriza Beri Klarifikasi Niatnya
Ju Jong-wan, mengungkapkan adanya kemungkinan serangan burung yang menjadi pemicu kejadian tragis tersebut.
Menurut Ju, pesawat Jeju Air 7C 2216 menerima peringatan adanya kawanan burung dari menara kontrol Bandara Internasional Muan pada pukul 8:57 pagi,
hanya satu menit setelah pilot mengeluarkan panggilan darurat (mayday). Pilot kemudian mencoba mendarat tanpa menggunakan roda pendaratan pada pukul 9:03 pagi,
yang mengakibatkan pesawat tergelincir melewati landasan pacu dan menabrak pagar perimeter sebelum akhirnya terbakar.
"(Pilot) menerima peringatan serangan burung saat mencoba mendarat untuk pertama kalinya, setelah itu pilot mengeluarkan panggilan mayday," ujar Ju dalam konferensi pers,
dilansir dari The Korea Herald. "Menara kontrol juga mengizinkan pendaratan di sisi yang berlawanan, yang diterima pilot."
Baca Juga: Pengakuan 2 Korban Selamat Pesawat Jatuh Jeju Air, Ungkap Pengalaman Mengerikan
Meskipun demikian, pemerintah Korea Selatan masih belum dapat mengonfirmasi secara resmi penyebab pasti dari kecelakaan tersebut.
Ju menekankan bahwa penyelidikan masih berlangsung, tetapi ia juga mengungkapkan bahwa kebakaran yang terjadi setelah pendaratan darurat menjadi faktor utama yang menyebabkan tingginya jumlah korban dalam tragedi ini.
Korban Selamat Konfirmasi Serangan Burung
Dua orang yang selamat dalam tragedi ini, yang keduanya adalah pramugari Jeju Air, telah memberikan keterangan kepada petugas penyelamat bahwa kecelakaan disebabkan oleh serangan burung.
Keduanya kini dirawat di rumah sakit di Mokpo, Provinsi Jeolla Selatan, sekitar 20 kilometer selatan dari lokasi kecelakaan.
Dari total 181 orang yang ada dalam pesawat tersebut, termasuk penumpang dan awak pesawat, Badan Pemadam Kebakaran Nasional mencatat setidaknya 176 orang tewas, sementara lima orang lainnya terluka.
Baca Juga: Pengakuan 2 Korban Selamat Pesawat Jatuh Jeju Air, Ungkap Pengalaman Mengerikan
Klarifikasi Soal Landasan Pacu
Pada kesempatan yang sama, Ju Jong-wan juga membantah spekulasi yang menyebutkan bahwa panjang landasan pacu yang terbatas menjadi faktor penyebab kecelakaan.
Ia menjelaskan bahwa panjang landasan pacu di Bandara Internasional Muan adalah 2.800 meter, yang cukup untuk pesawat tipe C, termasuk Boeing 737-800 yang digunakan oleh Jeju Air.
"Landasan pacu sepanjang 2.800 meter dan telah digunakan oleh pesawat tipe C. Panjang landasan pacu bukanlah alasan kecelakaan itu terjadi," tegasnya.
Meskipun para pejabat berhati-hati dalam menentukan penyebab pasti, saksi mata dan beberapa bukti mengarah pada kerusakan roda pendaratan, yang diduga terjadi akibat tabrakan dengan burung sebelum pesawat berusaha mendarat.
Baca Juga: Pengakuan 2 Korban Selamat Pesawat Jatuh Jeju Air, Ungkap Pengalaman Mengerikan
Editor : Ubaidillah