News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pesan Terakhir Korban Jeju Air: Sebelum Tragedi Kecelakaan di Bandara Korsel

Ubaidillah • Senin, 30 Desember 2024 | 12:43 WIB
Potret Puing Jeju Air yang Kecelakaan, Hanya Sisa Ekor Pesawat (Foto: AP/Ahn Young-joon)
Potret Puing Jeju Air yang Kecelakaan, Hanya Sisa Ekor Pesawat (Foto: AP/Ahn Young-joon)

Radarbangkalan.id - Kecelakaan pesawat Boeing 737-800 Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan, pada Minggu (29/12/2024), mengakibatkan 176 korban tewas.

Sebelum tragedi tersebut, seorang penumpang sempat mengirimkan pesan singkat kepada kerabatnya yang menyebutkan ada burung yang tersangkut di sayap pesawat.

Baca Juga: Pengakuan 2 Korban Selamat Pesawat Jatuh Jeju Air, Ungkap Pengalaman Mengerikan

Dilansir dari Reuters yang mengutip laporan kantor berita News1, pesan singkat tersebut disampaikan oleh penumpang pesawat yang memberi tahu kerabatnya tentang burung yang tersangkut di sayap.

Pesan terakhir penumpang tersebut berbunyi, "Haruskah saya mengucapkan kata-kata terakhir saya?"

Pesawat Jeju Air 7C 2216 tersebut mengangkut 181 orang, yang terdiri dari 175 penumpang dan 6 awak pesawat.

Di antara penumpang, terdapat dua warga negara Thailand, sementara sisanya diyakini adalah warga negara Korea Selatan, menurut Kementerian Transportasi Korea Selatan.

Menurut data terbaru, 176 orang dinyatakan tewas, sementara dua orang yang merupakan awak pesawat selamat dan telah dibawa ke rumah sakit.

Kantor berita Yonhap melaporkan, pihak berwenang menyebutkan bahwa sedikitnya tiga orang masih belum ditemukan dan pencarian lebih lanjut akan dilakukan.

Baca Juga: Janii Kembalikan Uang Pinjaman, Fico Fachriza Beri Klarifikasi Niatnya

Kementerian Transportasi Korea Selatan menjelaskan bahwa pesawat tersebut diproduksi pada tahun 2009 dan menggunakan dua mesin CFM56-7B26 yang diproduksi oleh CFM International, perusahaan patungan antara GE Aerospace (GE) dan Safran (SAF.PA) dari Prancis.

Seorang juru bicara CFM mengatakan, "Kami sangat sedih atas kehilangan atas penerbangan Jeju Air 2216.

Kami menyampaikan simpati yang tulus kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari mereka yang berada di dalam pesawat."

CEO Jeju Air Minta Maaf

CEO Jeju Air, Kim E-bae, meminta maaf atas kecelakaan tersebut. Dalam pengarahan yang disiarkan televisi,

Kim E-bae membungkuk dalam-dalam dan menyatakan bahwa pesawat tersebut tidak memiliki catatan kecelakaan sebelumnya dan tidak ada tanda-tanda kerusakan saat pesawat meninggalkan Bandara Suvarnabhumi di Bangkok.

"Tidak ada kondisi abnormal yang dilaporkan ketika pesawat meninggalkan Bandara Suvarnabhumi Bangkok," kata Presiden Airports of Thailand, Kerati Kijmanawat.

Peringatan 'Bird Strike' Sebelum Kecelakaan

Baca Juga: Janii Kembalikan Uang Pinjaman, Fico Fachriza Beri Klarifikasi Niatnya

Menara pengawas Bandara Internasional Muan sempat memberikan peringatan terkait gangguan akibat serangan burung (bird strike) sebelum kecelakaan pesawat Jeju Air terjadi. Peringatan tersebut dikeluarkan enam menit sebelum kecelakaan maut.

Menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi Korea Selatan yang mengawasi keselamatan penerbangan, menara pengawas mengeluarkan peringatan pada pukul 08:57 pagi waktu setempat.

Sekitar satu menit setelah peringatan, pilot pesawat mengumumkan panggilan darurat (mayday) pada pukul 08:58 pagi dan berusaha mendarat pada pukul 09:00 pagi.

Namun, tiga menit kemudian, pesawat tergelincir pada pukul 09:03 pagi saat mendarat tanpa roda pendaratan, melewati landasan pacu dan menabrak dinding pagar pembatas bandara.

Baca Juga: Janii Kembalikan Uang Pinjaman, Fico Fachriza Beri Klarifikasi Niatnya

ELEGAN: Tips atau cara memberik sentuhan bsana agar tampil profesional dan rapi
ELEGAN: Tips atau cara memberik sentuhan bsana agar tampil profesional dan rapi
Editor : Ubaidillah
#viral #Korban Selamat Pesawat Jatuh Jeju Air #Jeju Air #pesawat jatuh #korea selatan #Bandara Muan