BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Dari total 872 koperasi yang terdaftar di Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan, hanya 163 di antaranya yang masih aktif beroperasi.
Sisanya vakum atau tidak lagi menjalankan kegiatan usaha secara aktif.
Plt Kepala Diskop Umdag Bangkalan Achmad Siddik menyatakan, banyak koperasi tidak aktif karena berbagai kendala internal.
Masalah-masalah seperti rendahnya partisipasi anggota, keterbatasan modal, dan persaingan dengan lembaga keuangan lainnya menjadi penyebab utama.
”Kurangnya manajemen yang profesional juga membuat koperasi sulit berkembang, bahkan bisa kolaps secara operasional,” ujarnya.
Untuk menghidupkan kembali koperasi yang mati suri, diskop umdag telah menyiapkan sejumlah intervensi.
Langkah awal yang dilakukan adalah mendata ulang dan menganalisis potensi tiap koperasi.
Selain itu, pelatihan serta pembinaan diberikan kepada pengurus dan anggota koperasi guna meningkatkan keterampilan dan pemahaman mereka dalam menjalankan koperasi.
”Upaya ini bertujuan agar pengelolaan koperasi menjadi lebih baik dan berkelanjutan,” tambahnya.
Siddik juga mengungkapkan bahwa pihaknya akan memfasilitasi koperasi untuk mendapatkan akses pendanaan, salah satunya melalui pinjaman dana bergulir dari pemerintah lewat bank.
”Setelah koperasi direvitalisasi, kami akan melakukan pengawasan dan evaluasi berkala agar operasionalnya berjalan lebih efisien dan tepat sasaran,” jelasnya.
Baca Juga: Program Pemutihan Pajak Kembali Diluncurkan, Sasar Ojol dan Warga Kurang Mampu hingga Akhir 2025
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Bangkalan Khotib Marzuki menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengalokasikan dana khusus untuk kegiatan monitoring dan evaluasi koperasi.
Dia meminta diskop umdag agar menggunakan anggaran tersebut secara optimal demi menghidupkan kembali koperasi di Kota Salak.
”Anggaran itu harus benar-benar dimanfaatkan untuk memastikan koperasi bisa bangkit dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya. (lil/yan)
Editor : Ina Herdiyana