RadarBangkalan.id - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan tidak khawatir dengan kenaikan harga bahan bakar di Amerika Serikat (AS) yang terjadi akibat konflik dengan Iran. Ia menilai kenaikan harga bensin bukanlah persoalan besar.
Dalam wawancara dengan Reuters, Trump menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak perlu menimbulkan kekhawatiran.
Baca Juga: Stok BBM Aman, Bahlil Jelaskan Kapasitas Storage Minyak RI Hanya 25 Hari
"Saya tidak punya kekhawatiran tentang itu," ujarnya dimuat Jumat (6/3/2026).
Trump menilai harga energi akan kembali turun setelah situasi konflik mereda.
"Harga akan turun sangat cepat ketika ini semua selesai. Dan jika naik, ya naik saja, tetapi ini jauh lebih penting daripada harga bensin naik sedikit," kata Trump.
Baca Juga: dr Richard Lee Resmi Ditahan Polda Metro Jaya Terkait Kasus Dugaan Pelanggaran Perlindungan Konsumen
Harga Bensin AS Naik 7 Persen
Konflik yang terjadi dengan Iran telah mendorong harga bensin di Amerika Serikat meningkat sekitar 20 sen per galon atau sekitar 7 persen dalam beberapa hari terakhir.
Jika dikonversi ke rupiah, kenaikan tersebut setara dengan sekitar Rp3.360 per galon atau sekitar Rp880 hingga Rp900 per liter.
Meski harga energi mengalami kenaikan, Trump mengatakan pemerintahannya tidak berencana menggunakan cadangan minyak darurat nasional atau Strategic Petroleum Reserve.
Baca Juga: Dramatis! Real Madrid Kalahkan Celta Vigo 2-1, Federico Valverde Jadi Penentu di Injury Time
Cadangan minyak terbesar di dunia itu disimpan dalam jaringan gua garam bawah tanah di negara bagian Louisiana dan Texas.
Baca Juga: Arema FC vs Bali United Berakhir 3-4, Teppei Yachida Bersinar di Laga Super League
Trump Yakin Selat Hormuz Tetap Terbuka
Trump juga menyatakan keyakinannya bahwa Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia, akan tetap terbuka.
Baca Juga: Hasil Tottenham vs Crystal Palace 1-3: Sarr Bersinar, Spurs Makin Dekat Zona Degradasi
Selat yang berada di dekat pantai selatan Iran tersebut menjadi rute bagi sekitar 20 persen pasokan minyak global.
Selain itu, Trump menyebut armada laut Iran tidak lagi menjadi ancaman bagi pihaknya.
"Angkatan laut mereka berada di dasar laut," kata Trump.
Baca Juga: Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Entry-Level Terbaru Apple
Pernyataan tersebut muncul lebih dari sepekan setelah Trump memuji penurunan harga bensin di AS dalam pidato kenegaraan yang dikenal sebagai State of the Union Address.
Namun demikian, meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah tetap memicu kekhawatiran pasar energi global, khususnya terkait potensi gangguan pasokan minyak dunia.
Baca Juga: Xiaomi 17 Ultra dan Leica Leitzphone Resmi Rilis, Ini Spesifikasi dan Harganya di Indonesia
Editor : Ubaidillah