RadarBangkalan.id - Oli merupakan salah satu komponen penting untuk menjaga kinerja dan keawetan mesin motor.
Oli berfungsi untuk melumasi, membersihkan, dan mendinginkan mesin dari panas yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar.
Namun, tidak semua oli yang beredar di pasaran memiliki kualitas yang baik. Banyak oli palsu yang dibuat dengan kualitas rendah dan dijual dengan harga murah untuk menarik pembeli.
Oli palsu biasanya dibuat dengan mencampur oli bekas, oli murah, atau bahan kimia lain yang tidak sesuai dengan standar.
Oli palsu juga tidak memiliki kandungan aditif yang berguna untuk melindungi mesin dari karat, korosi, oksidasi, dan keausan.
Oli palsu tidak memiliki nomor batch, tanggal kadaluarsa, atau label resmi dari produsen asli.
Penggunaan oli palsu dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi mesin motor, antara lain:
- Terhambatnya filtrasi oli
Filtrasi oli akan terhambat karena oli palsu tidak memiliki kekentalan yang sesuai dengan spesifikasi mesin.
Filter oli tidak bisa menyaring kotoran dan partikel halus yang masuk ke dalam mesin.
Akibatnya, mesin akan kotor dan mengalami penumpukan karbon yang bisa mengganggu kinerja mesin.
- Kerusakan mesin
Oli palsu tidak bisa memberikan pelumasan yang optimal pada komponen mesin. Hal ini menyebabkan gesekan antar komponen meningkat dan menimbulkan panas berlebih pada mesin.
Panas yang berlebih bisa menyebabkan kerusakan pada piston, silinder, klep, bantalan, dan komponen lainnya.
Kerusakan mesin bisa mengakibatkan performa mesin menurun, konsumsi bahan bakar meningkat, emisi gas buang berbahaya, atau bahkan mesin mati.
- Berkurangnya masa pakai kendaraan
Terkait dengan dampak sebelumnya, penggunaan oli palsu bisa memperpendek umur mesin dan kendaraan secara keseluruhan.
Mesin yang sering rusak dan bermasalah akan membutuhkan perawatan dan perbaikan yang lebih sering dan mahal.
Jika dibiarkan terus menerus, mesin bisa mengalami kegagalan total dan tidak bisa digunakan lagi.
- Kebocoran seal dan gasket
Oli palsu bisa merusak seal dan gasket yang berfungsi untuk mencegah kebocoran oli dari mesin.
Oli palsu bisa mengandung bahan kimia yang bersifat korosif dan merusak karet atau plastik yang menjadi bahan seal dan gasket.
Jika seal dan gasket bocor, oli bisa keluar dari mesin dan menimbulkan kerugian baik secara finansial maupun lingkungan.
- Suara mesin berisik
Oli palsu bisa menyebabkan suara mesin menjadi berisik dan kasar. Hal ini disebabkan oleh gesekan antar komponen yang tidak terlumasi dengan baik.
Suara mesin yang berisik bisa mengganggu kenyamanan berkendara dan menandakan adanya masalah pada mesin.
Untuk menghindari dampak buruk dari oli palsu, sebaiknya pengguna motor memperhatikan beberapa hal berikut ini:
- Membeli oli di tempat yang resmi dan terpercaya
Tempat yang resmi dan terpercaya biasanya memiliki izin usaha, sertifikat, atau stiker resmi dari produsen oli.
Tempat yang resmi dan terpercaya juga tidak menjual oli dengan harga yang terlalu murah atau tidak wajar.
- Memeriksa kemasan dan label oli
Kemasan dan label oli harus dalam kondisi baik, tidak rusak, sobek, atau bocor.
Kemasan dan label oli juga harus memiliki informasi yang lengkap dan jelas, seperti nama produsen, jenis oli, spesifikasi, nomor batch, tanggal kadaluarsa, dan hologram.
- Memeriksa warna, bau, dan tekstur oli
Oli yang asli biasanya memiliki warna yang jernih, bau yang khas, dan tekstur yang kental dan licin.
Oli yang palsu biasanya memiliki warna yang keruh, bau yang tidak enak, dan tekstur yang encer dan lengket.
- Mengganti oli secara rutin sesuai dengan anjuran produsen
Mengganti oli secara rutin bisa membantu menjaga kualitas dan kinerja mesin.
Penggantian oli sebaiknya dilakukan di bengkel resmi atau terpercaya yang menggunakan oli yang sesuai dengan spesifikasi mesin. ***
Editor : Azril Arham