Radarbangkalan.id - Karen's Diner, sebuah restoran yang sempat mencuri perhatian publik di Jakarta, awalnya menjadi viral sejak dibuka beberapa waktu lalu.
Namun, kabar kurang mengenakkan belakangan ini menyebutkan bahwa restoran tersebut telah bangkrut.
Setelah muncul isu tentang kebangkrutan Karen's Diner, mantan pegawai restoran tersebut memberikan klarifikasi terkait situasi sebenarnya.
Dilansir dari akun TikTok yang dipegang oleh Bedwina Baptista, terungkap bahwa Karen's Diner di Jakarta tidak benar-benar bangkrut.
Kabar tersebut bermula dari fakta bahwa cabang di Jakarta telah selesai masa kontraknya, yang hanya berlangsung selama enam bulan.
"Karen's Diner di Jakarta sudah tidak ada lagi. Karena memang kolaborasinya hanya selama 6 bulan. Setelah itu, selesai," ungkap akun tersebut.
Baca Juga : Gerobak Tahu Bulat Terbakar, Ibu Ini Beri Bantuan Tanpa Pamrih, Warganet: Semoga Diberi Kesehatan dan Kemudahan
Selanjutnya, Bedwina menjelaskan bahwa konsep restoran tersebut memang sifatnya musiman atau sesaat.
Oleh karena itu, setelah berakhirnya kontrak enam bulan, Karen's Diner di Jakarta secara otomatis harus tutup.
Karen's Diner di Jakarta bukanlah restoran permanen, melainkan sebuah "pop-up store" dengan eksistensi terbatas.
"Ini memang untuk sementara saja, bukan yang berkepanjangan atau bersifat permanen di Indonesia," tambah akun tersebut.
Baca Juga : Tragedi Carok di Bangkalan Tewaskan 4 Orang : Ini Dia Fakta dan Kronologi Lengkapnya
Keterangan serupa juga diungkapkan oleh netizen lain melalui media sosial, khususnya Twitter.
Seorang pengguna Twitter dengan nama akun @bobamilkytea menegaskan bahwa Karen's Diner tidak bangkrut, melainkan memang tutup.
"Tidak bangkrut, tapi memang ditutup. Karena yang di Jakarta itu pop-up store, jadi ada kontraknya, misalnya berlangsung beberapa bulan, berbeda dengan toko permanen," jelasnya.
Baca Juga : Pengakuan Maruarar Sirait Soal Keputusannya Mundur dari PDI Perjuangan
Mengenai isu kebangkrutan Karen's Diner, seorang warganet dengan akun @threadshopee mengomentari bahwa hal tersebut seharusnya tidak mengejutkan.
Menurutnya, orang-orang yang mengunjungi restoran itu hanya karena rasa penasaran dan tidak melakukan pembelian berulang.
"Ya gimana, orang pergi ke sana hanya karena keingintahuan dan ingin merasakan pengalaman, jadi setelah itu, tidak ada pembelian ulang," tulis keterangan dalam akun tersebut. (*)