News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Guncangan Ekonomi: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga, Masyarakat Resah akan Dampaknya

Raditya Mubdi • Jumat, 19 Januari 2024 | 17:00 WIB
Uang Koin Rp1.000 Gambar Kelapa Sawit Punya Nilai Tinggi. (tokopedia)
Uang Koin Rp1.000 Gambar Kelapa Sawit Punya Nilai Tinggi. (tokopedia)

RadarBangkalan.id - Bank Indonesia (BI) telah mengumumkan keputusan ekonomi yang tidak mengejutkan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) atau suku bunga acuan pada level 6 persen selama bulan Januari 2024.

Keputusan ini diambil setelah hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada tanggal 16-17 Januari 2024.

Sesuai dengan keputusan tersebut, BI juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75 persen.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan dalam konferensi pers pada Rabu (17/1), bahwa keputusan untuk mempertahankan BI-Rate pada level 6,00 persen adalah langkah yang konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stabilitas.

Salah satu tujuan utama dari kebijakan ini adalah penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah.

Perry Warjiyo juga menekankan langkah-langkah pre-emptive dan forward-looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,51 persen pada tahun 2024.

Selain itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam konteks ini, kebijakan makroprudensial yang longgar terus diterapkan untuk mendorong kredit dan pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga.

Perry Warjiyo menegaskan urgensi akselerasi digitalisasi sistem pembayaran, termasuk digitalisasi transaksi keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah, untuk meningkatkan volume transaksi dan memperluas inklusi ekonomi-keuangan digital.

Bank Indonesia, dalam upaya menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran.

Salah satu tindakan konkret adalah stabilisasi nilai tukar Rupiah melalui intervensi di pasar valas pada transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), dan Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Perlu dicatat bahwa suku bunga BI telah bertahan pada level 6 persen sejak Oktober 2023, setelah sebelumnya berada di angka 5,75 persen pada periode Januari hingga September 2023.

Keputusan ini mencerminkan komitmen BI untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan kondisi moneter mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

Dalam situasi perekonomian yang terus berfluktuasi, langkah-langkah BI menunjukkan ketegasan untuk melindungi stabilitas nilai tukar dan menjaga laju inflasi sesuai dengan target yang ditetapkan.

Semua ini merupakan bagian dari strategi yang komprehensif untuk menghadapi tantangan dan menjaga fondasi ekonomi negara di tengah dinamika global yang tidak pasti. ***

Editor : Raditya Mubdi
#bank indonesia #ekonomi