Radarbangkalan.id - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan kemunculan para "mas-mas ganteng" host live batik di TikTok.
Popularitas mereka yang tengah meroket justru terseret drama setelah salah satu nama, Mas Rama Batik Nawilis, viral usai berseteru dengan Ria Ricis.
Fenomena live streaming penjualan batik belakangan memang tengah digandrungi. Selain menawarkan produk-produk lokal,
para host yang tampil juga mencuri perhatian warganet, terutama kaum hawa karena parasnya yang rupawan.
Sejumlah nama seperti Mas Farhan 72 Batik, Mas Rafi Batik Arkanza, Mas Tulus Batik Sanarakarta, hingga Mas Rama Batik Nawilis menjadi sosok-sosok yang kerap menghiasi layar TikTok dengan live mereka.
Namun, dari sekian banyak host tersebut, nama Mas Rama justru mencuat setelah dirinya "disentil" oleh Ria Ricis.
Selebriti yang juga dikenal sebagai mantan istri Teuku Ryan itu menyoroti sikap tim Mas Rama yang dinilai kurang sopan ketika diajak bekerja sama.
Baca Juga: Resmi Urus Surat Nikah di KUA, Luna Maya dan Maxime Bouttier Menikah di Bali
Kronologi Perseteruan
Kisruh ini bermula dari niat baik Ria Ricis untuk berkolaborasi dengan Mas Rama Batik Nawilis. Melalui timnya, Ricis menghubungi pihak Mas Rama untuk membahas peluang kolaborasi.
Namun, jawaban dari tim Mas Rama rupanya dianggap tidak menyenangkan. Ricis merasa tidak terima lantaran timnya direspons dengan kata "hadeh,"
sebuah ungkapan yang menurutnya kurang pantas dalam konteks komunikasi profesional. Hal tersebut ia sampaikan secara terbuka saat melakukan live bersama Mas Tulus dari Batik Sanarakarta.
Baca Juga: Resmi Urus Surat Nikah di KUA, Luna Maya dan Maxime Bouttier Menikah di Bali
Pernyataan Ricis pun langsung menyulut reaksi beragam dari warganet. Tidak sedikit yang geram dengan sikap Ricis,
menganggapnya terlalu kekanak-kanakan dan justru mempertanyakan profesionalitas timnya sendiri.
Meskipun begitu, pihak Mas Rama Batik Nawilis segera merespons dengan klarifikasi serta permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Di sisi lain, Ricis menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki masalah pribadi dengan Mas Rama. Ia hanya menyayangkan sikap tim dari Mas Rama yang dianggap kurang menghargai komunikasi profesional.
Hal ini pun memicu rasa penasaran publik mengenai sosok Mas Rama yang kini tengah menjadi perbincangan hangat.
Baca Juga: Resmi Urus Surat Nikah di KUA, Luna Maya dan Maxime Bouttier Menikah di Bali
Siapa Mas Rama Batik Nawilis?
Melansir dari akun TikTok pribadinya, Mas Rama memiliki nama lengkap Rama Prasetyo. Ia dikenal sebagai host live streaming di Batik Nawilis, sebuah brand batik yang kerap mengadakan sesi jual beli secara langsung di TikTok.
Berkat kepopulerannya, jumlah pengikut Rama di media sosial meningkat drastis. Selain lihai memandu live streaming penjualan batik, Rama juga dikenal memiliki hobi bermain biliar.
Aktivitasnya tersebut sering ia bagikan melalui akun TikTok @maaramaa02, @Masrama202, serta Instagram @rama_pras02.
Kepribadiannya yang hangat serta parasnya yang menarik membuat Rama semakin digemari oleh para pengikutnya.
Sayangnya, kepopuleran tersebut kini diiringi oleh sorotan publik akibat perseteruannya dengan Ria Ricis.
Meski demikian, Mas Rama telah mengambil langkah untuk meluruskan kesalahpahaman yang terjadi, menunjukkan profesionalitasnya sebagai figur publik.
Respons Warganet dan Klarifikasi
Drama ini membuat ruang komentar di berbagai platform media sosial dipenuhi beragam opini. Ada yang membela Ricis karena merasa etika komunikasi memang perlu dijaga,
namun tak sedikit pula yang mendukung Mas Rama dan timnya karena dianggap telah mengakui kesalahan dan meminta maaf secara terbuka.
Baca Juga: Resmi Urus Surat Nikah di KUA, Luna Maya dan Maxime Bouttier Menikah di Bali
Sementara itu, pihak Batik Nawilis melalui pernyataan resmi menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi serta memastikan kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi agar komunikasi di masa mendatang lebih baik.
Di tengah kontroversi yang terjadi, banyak warganet yang justru mengingatkan untuk tetap fokus pada tujuan utama live streaming,
yakni mempromosikan produk batik lokal dan mengangkat nilai budaya Indonesia. Harapannya, drama ini tidak berlarut-larut dan kedua belah pihak dapat menyelesaikan persoalan dengan kepala dingin.
Editor : Ubaidillah