News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Tlogopojok Gresik Sukses Ubah Masalah Sampah Jadi Sumber Penghasilan dan Ketahanan Pangan Warga

Mohammad Sugianto • Jumat, 4 Juli 2025 | 14:05 WIB
Ilustrasi: Potensi ekonomi sirkular di Desa Tlogopojok, Gresik, dari sampah jadi berkah
Ilustrasi: Potensi ekonomi sirkular di Desa Tlogopojok, Gresik, dari sampah jadi berkah

GRESIK,Radarbangkalan.id – Kelurahan Tlogopojok, yang dulunya dikenal sebagai kawasan padat penduduk dengan persoalan lingkungan klasik seperti sampah menumpuk, aliran air tercemar, dan minim ruang hijau, kini bertransformasi menjadi contoh sukses pengelolaan sampah berbasis komunitas.

Perubahan besar ini tidak terjadi dalam semalam. Selama beberapa tahun terakhir, Tlogopojok menjadi lokasi pengembangan program Masdarsa atau Masyarakat Sadar Pengelolaan Sampah, yang diprakarsai oleh Petrokimia Gresik (PG), salah satu produsen pupuk terbesar di Indonesia.

Alih-alih hanya menyediakan tempat sampah atau aksi bersih-bersih musiman, Masdarsa mengubah cara pandang warga terhadap sampah. Program ini melibatkan warga secara aktif, membentuk sistem pengelolaan limbah yang menyatu dengan kehidupan sosial masyarakat.

Kini terdapat 17 bank sampah aktif di Tlogopojok yang dikelola oleh ibu-ibu rumah tangga dan pemuda setempat. Di sinilah sampah dipilah dan diolah menjadi produk bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Program Masdarsa juga mengedukasi warga untuk melakukan budidaya pangan mandiri di tengah kawasan padat penduduk. Beberapa inisiatif yang berjalan meliputi:

Hasilnya? Volume sampah rumah tangga menurun, lingkungan jadi lebih bersih, dan warga mendapatkan penghasilan tambahan dari hasil daur ulang maupun pertanian rumahan.

Sulastri, salah satu pengelola bank sampah di Tlogopojok, menyebut perubahan ini sangat berarti. "Dulu sampah cuma jadi masalah. Sekarang malah jadi sumber rezeki," ujarnya. Ia yang dulunya bekerja serabutan, kini juga menjadi pelatih untuk RW lain yang ingin meniru program ini.

Transformasi Tlogopojok tidak hanya terasa di lingkungan rumah warga. Sekolah dan tempat ibadah juga aktif dalam pengolahan sampah organik, mulai dari mengurangi plastik sekali pakai, mengganti sabun kimia dengan eco-enzyme, hingga menanam sayur di pot bekas.

Keberhasilan program Masdarsa mendapat pengakuan nasional dengan meraih penghargaan Gold dalam TJSL & CSR Award 2025 untuk kategori lingkungan. Meskipun penghargaan diberikan kepada Petrokimia Gresik sebagai inisiator, nyatanya keberhasilan ini berkat peran aktif masyarakat.

Menurut pakar lingkungan dari Universitas Airlangga, Dr. Dwi Retno, keberhasilan Tlogopojok menjadi bukti bahwa pendekatan berbasis partisipasi lebih efektif. "Ketika warga dilibatkan secara langsung, kesadaran lingkungan tumbuh lebih alami dan berkelanjutan," jelasnya.

Kini, Tlogopojok bukan lagi kampung yang identik dengan bau sampah dan selokan tersumbat. Ia menjelma sebagai laboratorium hidup pengelolaan sampah masyarakat urban, yang menunjukkan bahwa perubahan lingkungan tidak selalu membutuhkan teknologi tinggi atau anggaran besar.

Dengan modal pengetahuan, kemauan, dan gotong royong, warga Tlogopojok membuktikan bahwa lingkungan yang bersih dan lestari bisa diwujudkan — mulai dari rumah sendiri.

Editor : Mohammad Sugianto
#masyarakat gresik #sampah #pengelolaan sampah #petrokimia gresik #gresik