SAMPANG – Atlet Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sampang selesai berlaga pada Unesa International Petanque Tournament di Surabaya, Minggu (30/11).
Namun, mereka belum berhasil membawa pulang medali dari ajang bergengsi tersebut.
Pelatih FOPI Sampang Basori mengatakan, pihaknya menurunkan empat atlet pada kategori beregu. Mereka tampil cukup baik dan sempat lolos pada babak penyisihan.
Namun, langkah mereka terhambat setelah salah satu atlet mengalami luka pada jari kaki saat memasuki babak berikutnya.Kondisi itu membuat performa tim tidak maksimal.
”Anak-anak sebenarnya tampil optimal. Tapi satu atlet cedera jari kaki, sehingga permainan ikut terpengaruh,” ujarnya.
Basori menegaskan, kegagalan meraih medali menjadi evaluasi penting bagi pihaknya. Terutama terkait mental bertanding atlet saat berhadapan dengan atlet luar daerah yang lebih berpengalaman.
”Mereka masih kurang percaya diri dan nervous ketika melawan atlet profesional. Ini PR bagi kami untuk membenahi mental tanding atlet,” tegasnya.
Meski begitu, ia menilai kejuaraan ini tetap memberi pengalaman berharga bagi para atlet. Ajang internasional tersebut diharapkan dapat menambah jam terbang dan meningkatkan kemampuan mereka ke depan.
”Mudah-mudahan pengalaman ini bisa jadi bekal memperbaiki prestasi pada kejuaraan berikutnya,” pungkasnya. (bai/han)
Editor : Ina Herdiyana