Radarbangkalan.id – Juventus harus menelan kekecewaan besar usai gagal memanfaatkan peluang emas untuk menembus delapan besar dalam duel sengit melawan AS Monaco.
Pelatih Luciano Spalletti mengakui bahwa timnya sebenarnya sadar akan kesempatan tersebut, namun determinasi yang dibutuhkan tidak muncul di lapangan.
“Ya, kami tahu ada peluang itu. Kami saling mengingatkan di bangku cadangan. Tapi pada akhirnya kami tidak berhasil menyalurkan semangat dan determinasi untuk membawa pulang hasil,” ujar Spalletti dalam konferensi pers.
AS Monaco tampil disiplin dan kompak sepanjang laga. Setiap kali memutuskan melakukan serangan balik, mereka memanfaatkan kecepatan lini depan yang membuat Juventus kesulitan bertahan.
Spalletti menilai, meski timnya cukup baik dalam fase bertahan, ketidaktepatan teknis membuat mereka sering berada dalam situasi berbahaya.
“Kami mencoba bertahan dengan baik, bahkan sempat menyelesaikan beberapa situasi sulit. Tapi lawan punya kecepatan yang membuat kami harus selalu siap dan responsif. Itu yang tidak bisa kami jaga,” tambahnya.
Kegagalan ini menjadi tamparan bagi Juventus yang sempat berada di jalur menuju delapan besar.
Spalletti menegaskan bahwa tim harus belajar menjaga fokus dan determinasi penuh, terutama ketika menghadapi lawan dengan intensitas tinggi seperti AS Monaco.
Editor : Yusron Hidayatullah