RadarBangkalan.id - Performa buruk terus membayangi Juventus jelang leg kedua playoff fase gugur Liga Champions melawan Galatasaray di Allianz Stadium. Setelah kalah 2-5 pada leg pertama, Si Nyonya Tua dituntut melakukan kebangkitan besar demi menjaga asa lolos ke babak 16 besar.
Baca Juga: Hasil Real Madrid vs Benfica: Vinicius Jr Jadi Penentu, El Real Melaju ke Babak 16 Besar
Harapan sempat muncul saat Manuel Locatelli mencetak gol lewat titik penalti. Namun situasi berubah drastis di awal babak kedua setelah Lloyd Kelly menerima kartu merah langsung.
Insiden Kontroversial Lloyd Kelly
Bek yang pernah membela Bournemouth itu sebelumnya telah mengantongi kartu kuning. Saat berusaha menyundul bola, Kelly mendarat dan tanpa sengaja mengenai betis Baris Alper Yilmaz dengan studnya.
Baca Juga: Juventus Tersingkir Dramatis, Galatasaray Bungkam Comeback 10 Pemain di Liga Champions
Wasit awalnya memberi kartu kuning kedua, tetapi setelah tinjauan VAR, keputusan diubah menjadi kartu merah langsung. Insiden tersebut memicu perdebatan luas karena Kelly dinilai fokus pada bola dan tidak memiliki niat mencederai lawan.
Reaksi Keras di Media Sosial
Keputusan wasit memantik gelombang protes di platform X. Banyak penggemar menilai hukuman itu terlalu berat.
Baca Juga: Inter Milan Tersingkir dari Liga Champions Usai Dikalahkan Bodo/Glimt 1-2
“Lloyd Kelly dihukum karena melompat dan merebut bola adalah hal yang tidak adil,” tulis @eszombek.
“Keputusan wasit terhadap Lloyd Kelly sangat buruk. Ketika seorang pemain melompat, di mana lagi dia harus mendarat? Pemain lawan tidak seharusnya mendapat simpati karena berdiri di tengah area pendaratan,” tambah @MatthewRothman6.
Baca Juga: Persija Jakarta Menang Dramatis 3-2 atas Malut United di Ternate
“Fakta bahwa wasit mengusir Lloyd Kelly karena itu adalah sebuah aib. Bagaimana bisa itu salahnya jika pemain lawan menempatkan kakinya di area pendaratan Kelly setelah menyundul bola?” klaim @A_Jaay.
“Lloyd Kelly baru saja menerima kartu merah paling konyol yang pernah saya lihat dalam 42 tahun menonton sepak bola. Sungguh mengesankan bagaimana wasit Eropa bisa semakin buruk setiap tahun,” ujar @RashJuniorr.
Baca Juga: Viral Pencarian Video 23 Detik Pelajar Karangasem, Warganet Diminta Waspada Jebakan Phishing
“Lloyd Kelly baru saja menerima salah satu kartu merah terburuk yang pernah saya lihat. Itu adalah pencurian. Mungkin tidak penting, tapi itu TIDAK PERNAH kartu merah langsung.
TIDAK PERNAH kartu kuning kedua, dan bahkan mungkin tidak layak kartu kuning pertama. Memalukan. Sangat memalukan. @ChampionsLeague, saya tidak peduli tentang Juve,” tulis @viseanary.
Baca Juga: Cara Tukar Uang Lewat Pintar.bi.go.id Tanpa Antre, Simak Panduan Lengkapnya
Comeback Heroik yang Berakhir Pahit
Meski bermain dengan 10 orang, Juventus menunjukkan semangat juang tinggi. Federico Gatti memperkecil ketertinggalan pada menit ke-70 sebelum Weston McKennie menyamakan agregat menjadi 5-5 dan memaksa laga ke perpanjangan waktu.
Namun kelelahan mulai terlihat pada tim asuhan Luciano Spalletti. Victor Osimhen membawa Galatasaray kembali unggul sebelum Baris Yilmaz memastikan kemenangan agregat lewat gol pada menit ke-119.
Baca Juga: Viral WNA Mengamuk Saat Tadarusan di Gili Trawangan, Mikrofon Musala Dirusak
Dengan hasil tersebut, Galatasaray melaju ke babak 16 besar dan akan menghadapi wakil Premier League, antara Liverpool atau Tottenham Hotspur, sementara Juventus harus mengakhiri perjalanan mereka di Liga Champions musim ini.
Editor : Ubaidillah