RadarBangkalan.id - Pelatih Arne Slot mengungkapkan kekecewaan mendalam setelah Liverpool dihancurkan Manchester City dengan skor 0-4 pada babak perempat final Piala FA 2025/2026 di Etihad Stadium, Sabtu (4/4/2026).
Dalam laga tersebut, Erling Haaland menjadi mimpi buruk bagi Liverpool dengan mencetak hattrick, sementara satu gol tambahan disumbangkan Antoine Semenyo.
Baca Juga: Manchester City Gilas Liverpool 4-0, Haaland Jadi Bintang dengan Hattrick
Slot menilai timnya sebenarnya tampil cukup baik di awal pertandingan, bahkan mampu mengimbangi permainan tuan rumah dari segi penguasaan bola dan jumlah peluang. Namun, semuanya berubah dalam periode krusial yang menjadi penentu hasil akhir.
“Kekecewaan atas hasilnya, dan terutama 20 menit di mana kami kebobolan empat gol,” ujar Slot.
Menurutnya, masalah utama terletak pada buruknya koordinasi lini belakang saat menghadapi tekanan tinggi dari Manchester City.
Baca Juga: Hasil Mallorca vs Real Madrid 1-2: Gol Injury Time Muriqi Hancurkan Los Blancos
“Dengan cara kami bertahan pada periode itu, Anda tidak akan pernah bisa memenangkan pertandingan,” tegasnya.
Kehilangan Fokus Jadi Titik Balik
Slot menyoroti bahwa hingga momen penalti pertama yang dicetak Haaland, Liverpool sebenarnya mampu menjaga permainan tetap seimbang. Namun setelah itu, konsentrasi tim menurun drastis.
Padahal secara statistik, kedua tim cukup berimbang. Manchester City mencatatkan 11 tembakan dengan tujuh tepat sasaran, sementara Liverpool juga memiliki 11 percobaan dengan lima mengarah ke gawang.
Meski demikian, efektivitas menjadi pembeda utama dalam laga ini.
Baca Juga: Link Video Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Diburu Netizen, Ini Risiko Besarnya
Peluang Terbuang Jadi Masalah Klasik
Selain lini belakang, Slot juga menyoroti lemahnya penyelesaian akhir timnya. Kegagalan Mohamed Salah mengeksekusi penalti menjadi salah satu momen krusial yang memperburuk situasi.
Slot mengakui bahwa masalah ini bukan hal baru dan terus berulang dalam beberapa pertandingan terakhir.
Baca Juga: Barcelona Comeback Lawan 10 Pemain Atletico, Lewandowski Jadi Penentu Kemenangan
“Ada banyak kesalahan yang berulang. Kami menyia-nyiakan peluang, sementara lawan bisa memaksimalkan kesempatan yang ada,” jelasnya.
Evaluasi Besar di Dua Sektor
Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa timnya harus segera melakukan perbaikan, terutama dalam dua aspek utama yakni pertahanan di dalam kotak penalti dan efektivitas serangan.
Ia juga menilai awal babak kedua sebagai periode terburuk Liverpool dalam pertandingan tersebut, saat mereka kebobolan dua gol cepat yang membuat situasi semakin sulit.
“Kalah 2-0 masih memberi peluang, tapi 10 menit awal babak kedua adalah penampilan terburuk kami,” tutup Slot.
Baca Juga: Al-Najma Kalah 2-5 dari Al-Nassr, Nestor El Maestro Tetap Soroti Hal Positif
Hasil ini membuat Liverpool harus tersingkir dari Piala FA, sementara Manchester City melaju ke semifinal dengan performa impresif.
Baca Juga: Hasil Arema FC vs Malut United: Skor 1-1, Singo Edan Akhiri Tren Kekalahan
Editor : Ubaidillah