News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Berpotensi Saingi Titkok, Youtube Kini Hadirkan FItur Baru Untuk Konten Shorts

Ajiv Ibrohim • Sabtu, 17 Februari 2024 | 17:16 WIB
Remix, Fitur Baru yang Dihadirkan YouTube Bagi Konten Kreator Shorts Resmi Diumumkan pada Kamis (15/2). Sumber: YouTube
Remix, Fitur Baru yang Dihadirkan YouTube Bagi Konten Kreator Shorts Resmi Diumumkan pada Kamis (15/2). Sumber: YouTube

Radarbangkalan.id - Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan para kreator, platform media sosial milik Google ini meluncurkan fitur Remix untuk pengguna Shorts.

Pengumuman tersebut disampaikan oleh Sarah Ali, Direktur Senior Manajemen Produk YouTube, Shorts, dan Komunitas, melalui laman blog resmi mereka pada tanggal 15 Februari.

Fitur Remix ini memberikan kesempatan bagi para konten kreator untuk lebih berkreasi dengan menggunakan musik dalam video pendek mereka.

Dengan hanya menekan tombol remix pada konten video favorit mereka, kreator dapat mengakses fitur ini.

Selain itu, kreator juga dapat dengan mudah mengambil potongan klip dari video musik artis favorit mereka dengan sekali tekan.

YouTube telah menyematkan empat fitur menarik dalam Remix, yaitu Sound, Collab, Green Screen, dan Cut.

Sarah Ali juga menekankan bahwa konten-konten yang dibuat menggunakan fitur Shorts dapat mencakup musik dan video klip dari artis ternama.

Selain itu, semua konten Shorts yang dibuat nantinya juga dapat dilihat oleh pengguna lain yang membuat konten dengan musik atau video yang disematkan melalui Remix.

Namun demikian, tidak semua konten video klip dan potongan musik yang tersedia di YouTube dapat digunakan melalui fitur Remix dan Shorts.

Sebagaimana dijelaskan dalam halaman bantuan YouTube, konten yang dimiliki oleh pihak ketiga seperti label musik dan artis yang tidak mengizinkan penggunaan lagunya dalam Shorts tidak dapat digunakan oleh para kreator.

Fitur baru ini juga dapat dipandang sebagai respons dari YouTube terhadap masalah lisensi musik yang baru-baru ini dialami oleh TikTok.

Pada awal Februari, platform berbagi video pendek milik ByteDance tersebut mengalami masalah lisensi musik yang mengakibatkan kehilangan lagu-lagu populer dari Universal Music Group (UMG).

Masalah tersebut muncul setelah UMG merasa bahwa TikTok telah melakukan 'bullying' dengan menawarkan kontrak kerjasama baru dengan harga yang lebih rendah.

Akibatnya, konten yang menggunakan lagu-lagu dari artis di bawah naungan label musik tersebut menjadi 'tak bersuara'.

Dengan meluncurkan fitur Remix, YouTube dapat memanfaatkan situasi ini untuk menarik pengguna yang mencari alternatif dalam pembuatan konten pendek. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#konten #short #fitur #youtube