News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kenapa Kondisi Keuangan Telegram Kini Jadi Sorotan? Ini Faktanya!

Azril Arham • Jumat, 6 September 2024 | 22:12 WIB
CEO Telegram, Pavel Durov
CEO Telegram, Pavel Durov

RadarBangkalan.id - Baru-baru ini, nama Pavel Durov, pendiri Telegram, kembali jadi sorotan setelah penangkapannya di Prancis.

Menurut Forbes, kekayaan Durov diperkirakan mencapai USD 15,5 miliar. Namun, di balik berita tersebut, ada kabar kurang menggembirakan tentang kondisi keuangan Telegram.

Pada tahun 2023, Telegram mencatat pendapatan sebesar USD 342 juta, seperti yang diungkapkan oleh laporan Financial Times yang baru-baru ini dipublikasikan.

Namun, beban operasionalnya mencapai USD 108 juta, dan setelah pajak, total kerugiannya mencapai sekitar USD 173 juta.

Pada bulan Maret lalu, Durov sempat mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa ia sedang mempertimbangkan kemungkinan IPO atau melantai di bursa saham.

Calon investor bahkan memperkirakan nilai platform ini mencapai USD 30 miliar.

Financial Times, yang dikutip oleh RadarBangkalan.id, melaporkan bahwa Telegram sepenuhnya dimiliki oleh Durov.

Sayangnya, Telegram belum pernah mempublikasikan rincian tentang struktur kepemilikan mereka.

Berdasarkan data dari Statista, Telegram mencatat pendapatan dalam aplikasi sebesar USD 11,66 juta dalam dua bulan pertama tahun 2024 dan telah mengumpulkan lebih dari USD 4 miliar dalam pendanaan sejak diluncurkan.

Sayangnya, Telegram belum memberikan pernyataan resmi mengenai jumlah pasti pegawainya, tetapi analis memperkirakan perusahaan ini mempekerjakan sekitar 50 orang.

Kehilangan Durov dari perusahaan dapat menjadi tantangan besar bagi masa depan Telegram.

Walaupun saat ini belum ada ancaman langsung seperti penutupan, operasional perusahaan mungkin mengalami gangguan.

Georgy Lobushkin, mantan kepala humas di VK (jejaring sosial yang juga didirikan Durov), mengungkapkan kekhawatirannya.

"Tak seorang pun siap menghadapi situasi ini," katanya.

Ketika ditanya mengenai masa depan Telegram dan siapa yang bisa menjalankan perusahaan selama Durov tidak ada, Lobushkin mengaku sangat cemas.

Anton Rozenberg, yang pernah bekerja dengan Durov di VK dan Telegram, juga mengungkapkan kekhawatirannya.

"Tanpa Durov, Telegram mungkin akan menghadapi masalah besar dengan manajemen, keputusan penting, dan bahkan pembayaran," ujarnya.

Rozenberg yakin bahwa Durov akan mendapatkan pembelaan hukum terbaik, tetapi ketidakhadirannya tetap bisa menjadi tantangan serius bagi perusahaan.

Sekian update mengenai kondisi keuangan Telegram dan masa depannya. Kita tunggu saja bagaimana perkembangan selanjutnya! ***

SAPA SALAM SENYUM: Presiden Joko Widodo didampingi ibu Ny Iriana menyapa para tenaga kesehatan saat meresmkan RS Kemenkes Surabaya.
SAPA SALAM SENYUM: Presiden Joko Widodo didampingi ibu Ny Iriana menyapa para tenaga kesehatan saat meresmkan RS Kemenkes Surabaya.
Editor : Azril Arham
#pavel durov #teknologi #telegram #keuangan