Dalam video tersebut, Devi yang masih duduk di bangku SD tampak enggan memakan makan siang yang sudah disiapkan oleh jajaran Polda Sumatera Selatan.
Ketika ditanya alasan tidak makan, Devi dengan polos menjawab bahwa ia ingin membawa makan siang itu pulang dan menikmatinya bersama sang ibu.
Dialog Mengharukan Antara Devi dan Yetti
"Kenapa nggak dimakan, sayang?" tanya Yetti, yang tampak memberikan perhatian kepada Devi. "Buat mamak," jawab Devi dengan lembut.
"Nanti Devi lapar, lho," kata Yetti lagi. "Enggak," jawab Devi singkat, dengan ekspresi yang terlihat penuh perhatian.
Dalam video tersebut, Devi mengungkapkan bahwa ia tinggal bersama ibunya, Suryati, dan adiknya. Devi juga terlihat sedih saat menceritakan tentang ayahnya yang sudah meninggal.
Ia mengaku merindukan sosok sang ayah. Selain itu, Devi menjelaskan bahwa ibunya bekerja sebagai buruh cuci di rumah orang lain dan pulang sekitar pukul 2 siang untuk menafkahi mereka.
Unggahan ini langsung menuai berbagai respon simpati dari netizen, banyak yang merasa tersentuh dengan kisah hidup Devi dan memberikan dukungan moral kepadanya.
Beberapa netizen juga menanggapi bahwa program makan siang gratis ini sangat bermanfaat, terutama bagi keluarga yang kurang mampu.
"Program makan gratis ini memang sangat diperlukan, karena banyak rakyat Indonesia yang kesulitan mencari makan," tulis akun @yk***22, yang ikut berbagi pandangan mengenai pentingnya program tersebut.
Keberadaan program makan siang gratis ini mendapatkan apresiasi, terutama bagi masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi.
Melalui pembagian makan siang gratis, banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu yang dapat merasakan manfaatnya.
Kisah Devi menjadi contoh nyata bahwa bantuan seperti ini sangat dibutuhkan oleh banyak keluarga di Indonesia, terutama yang berada dalam kondisi ekonomi yang sulit.
Melalui kisah ini, kita bisa melihat betapa pentingnya solidaritas dan dukungan terhadap program-program sosial yang membantu meringankan beban kehidupan sehari-hari masyarakat yang kurang mampu. ***