News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kisah Tragis: Bocah di Nias Selatan Dipaksa Tinggal di Kandang Ayam

Ubaidillah • Rabu, 29 Januari 2025 | 14:06 WIB
Kapolres Nias Selatan AKBP Ferry Mulyana Sunarya (berdiri) saat mengunjungi anak diduga korban penyiksaan, Senin (27/1). (Dok. Humas Polres Nias Selatan)
Kapolres Nias Selatan AKBP Ferry Mulyana Sunarya (berdiri) saat mengunjungi anak diduga korban penyiksaan, Senin (27/1). (Dok. Humas Polres Nias Selatan)

Radarbangkalan.id - Polisi di Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara, sedang menyelidiki kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang bocah perempuan.

Selain disiksa, korban juga dipaksa tinggal di kandang ayam. Keberanian korban untuk melarikan diri dari kandang ayam menjadi titik terang dalam pengungkapan kasus ini.

Baca Juga: Sulteng Kembali Diguncang Gempa M 6,1 di Parigi Moutong

"Keberaniannya melarikan diri (dari kandang ayam) menjadi titik terang bagi pengungkapan kasus ini," ungkap Kapolres Nias Selatan, AKBP Ferry Mulyana Sunarya, pada Selasa, 28 Januari 2025.

Dari hasil penyelidikan sementara, korban yang sejak kecil ditinggal kedua orang tuanya, harus tinggal bersama kakek dan nenek setelah orang tuanya merantau ke luar pulau setelah bercerai.

Namun, alih-alih mendapatkan perlindungan, korban justru mengalami perlakuan yang sangat tidak manusiawi, termasuk dipaksa tinggal di kandang ayam yang masih berisi banyak ayam.

Setelah berhasil kabur, korban mengungkapkan penganiayaan yang dialaminya kepada warga setempat.

Banyak warga yang mengonfirmasi bahwa korban memang tinggal di kandang ayam, dan ini sudah berlangsung cukup lama.

Baca Juga: Jakarta Dilanda Hujan Lebat, 54 RT dan 23 Ruas Jalan Tergenang

Polisi telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk pihak keluarga dan warga sekitar. Kasus ini menarik perhatian publik setelah munculnya foto di media sosial yang menunjukkan kondisi kaki korban yang tidak normal akibat penyiksaan yang diterimanya. Korban disebutkan mengalami patah kaki di beberapa bagian.

Foto dan video yang menyebar di media sosial, pertama kali diunggah oleh akun Lider Giawa pada Minggu, 26 Januari 2025, menunjukkan kondisi kaki korban yang menderita akibat penganiayaan.

Lider juga mengungkapkan bahwa penyiksaan dilakukan oleh beberapa orang yang merupakan keluarga dekat korban, seperti paman, tante, kakek, dan nenek.

Penyiksaan itu dilakukan dengan cara menginjak-injak kaki korban, sementara mulut korban disumpal dengan kain.

Sebelumnya, ada laporan serupa yang disampaikan ke Polres Nias Selatan, namun kasus tersebut tidak mendapat tindak lanjut yang jelas. Kini, dengan sang anak yang sudah bisa berbicara, polisi yakin dapat menyelesaikan kasus ini dengan baik.

Baca Juga: Timnas Suriah U-20 Buktikan Diri Masih Terlalu Kuat untuk Indonesia U-20

Baca Juga: Pelaku Mutilasi Perempuan dalam Koper di Ngawi Berhasil Ditangkap Polisi

Editor : Ubaidillah
#viral #kekerasan #bocah 10 tahun disiksa keluarga sendiri #berita viral #bocah